Langsung ke konten utama

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...

 Assalamu’alaykum Ukhti Wida ...

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” 
(QS. Al-Hujarat : 10)

Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ...
“Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati”
(Sayyid Quthb)

Sungguh indah sekali ukhuwah itu
 Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ...

Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ...
Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya.

Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjuang dijalan-Nya hingga beristirahat yang abadi yaitu surga Jannah-Nya ...

Dan semoga kaos kai ini dapat mengikutimu menapaki jalan Allah ini tanpa berhenti ...

Ukhti, aku sayang kamu karena Allah ...
Karena itu, kita dipertemukan oleh Allah dan berpisah juga karena Allah ... Maka apapun yang terjadi nantinya, kita harus mengikhlaskannya dan selalu siap apa yang akan terjadi dalam ukhuwah kita ...

Atas dasar cinta kepada Allah,,, jarak tak akan memisahkan ukhuwah kita, tapi hati ini akan terus terikat dan panjatkan doa rabithah untuk mu ...

Semangat meraih cita-cita, ukhti ...
Semoga kita sukses dan hingga akhirnya,
beristirahat dan bertemu di Jannah-Nya ...
Love you because Allah :)

Wassalamu’alaykum, Ukh wida :)

——————————————————————————————————————————————————-

Yap, ini adalah sepenggal surat cinta dari ukhti ku yang bernama Haryati Widyastuti yang kini sedang berjihad mencari ilmu-Nya di PTN yang bernama IPB.

Kamu adalah kamu, jangan pernah berubah sedikitpun ya ukh. Eh tapi kalo berubah ke arah yang baik itu bagus deng, hehe

Ingat kamu itu, pasti ingat juga dengan Indah dan Soffa. Akhwat-akhwat STRONG, yang selalu mengingatkan dan menguatkan hati ku kepada Robb ku yaitu Allah. Terlalu indah untuk diungkapkan dalam tulisan ini tentang kisah kita yang selalu menaiki angkot kemanapun kita pergi karena kita adalah akhwat 
“ANGKOTERS” haha

Semoga Allah selalu menjaga dirimu dalam payung keimanan, rahmat serta kasih sayang-Nya. Ku titipkan dirimu kepada Robb ku yaitu Allah. karena Dia lah sebaik-baik penjaga dibanding diriku yang lemah penjagaannya ini.

T-E-R-I-M-A-K-A-S-I-H atas bingkisan dari dirimu ukh, terima kasih atas segalanya yang telah kamu berikan padaku. Selalu yang ku ingat dari dirimu adalah tentang makna ‘Ukhuwah’ yang tak kan pernah habis untuk dibahas. Afwan jiddan belum bisa memberimu apa-apa ukh, jaga selalu boneka ku dan Indah yaaa :)
dan semoga sapu tangan itu bisa mewakili aku dan Indah untuk mengusap lembut lelahmu saat berjuang, dan semoga buku catatannya bermanfaat untuk menuliskan cerita-cerita perjuanganmu ukh :D

Ku tunggu kamu dengan kesuksesan dirimu untuk ummat ini, untuk jalan Allah ini ...

Semoga Allah Ridho akan Ukhuwah yang telah terajut dengan indah ini, semoga Allah Ridho mempertemukan kita didalam Surga-Nya kelak :)

Jazakillah Ahsanal Jaza’ Haryati ...




Aku sayang kamu karena Allah :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...