Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label nasehat
“Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Allah untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Allah untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Allah, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Allah memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Allah sedang menguji setiap hamba2-Nya yang shaleh. Maka berdoalah pada-Nya untuk meminta hasil yang terbaik, memberikan kesyukuran dan kebermanfaatan di kala menang, dan dikuatkan ketika mengalami kekalahan. Bukankah roda kehidupan selalu berputar?...

Syair Penguat Hati

Menapaki langkah-langkah berduri Menyusuri rawa, lembah dan hutan Berjalan diantara tebing jurang Semua dilalui demi perjuangan Letih tubuh di dalam perjalanan Saat hujan dan badai merasuki badan Namun jiwa harus terus bertahan Karna perjalanan masih panjang Kami adalah tentara Allah Siap melangkah menuju ke medan juang Walau tertatih kaki ini berjalan Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan Wahai tentara Allah bertahanlah,, Jangan menangis walau jasadmu terluka Sebelum engkau bergelar syuhada Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah * The Poems Gunung tinggi menjulang Samudra luas membentang Adalah lahan peneguhan Hutan rimba Padang gersang Jadi ajang pembuktian Hujan badai Terik panas kerontang Pasti kan hiasi perjalanan Saat langkah tlah diayunkan Pantang surut ke belakang hingga sampai ke tujuan Bertahanlah dan bersiap siagalah (Nasyid by Izzatul Islam-Jejak) ----------------------------------------------------------- *Sebuah syair...

Belajar dari Ibu (Lagi)

Jika kamu dihadapkan dengan dua pilihan “Pasar atau Supermarket”? pastilah diantara kita banyak yang memilih supermarket. Tetapi tidak dengan Ibu saya. Ibu saya pasti akan lebih memilih pasar. Jawabannya sederhana ketika ditanya tentang ini. “ tentang kemanusian dan tentang berbagi ”. Soal masakan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “jika sudah menikah nanti, biasakan untuk memasak lebih. Untuk kamu bagikan ke tetanggamu, walau hanya berbagi kuahnya saja.” Jika ada tamu yang datang ke rumah, Ibu selalu mengajarkan tentang “memperlakukan tamu dengan baik, walau hanya dengan menyediakan air putih. ” Maka, jangan heran kalau berkunjung ke rumah saya Ibu saya suka repot membuatkan makanan untuk tamu. :D Soal pekerjaan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah selesai pekerjaan satu, selesaikan pekerjaan yang lainnya. Jangan di tunda-tunda.” Soal Ibadah di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah mendengar adzan, langsung sholat. Malam bangun buat sholat sunnah, pagi ...