Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu

Perpisahan dengan yang terkasih

Beberapa hari lalu, setelah berbuka puasa aku dikejutkan oleh seorang kawan mengenai apa yang terjadi dengan dirinya dan keluarganya saat ini. Dirinya memberikan kabar padaku saat ia meminta pada ku untuk menjadi teman sharingnya yang awalnya via whatsapp , namun aku kurang puas jika sebuah masalah seperti ini hanya via dunia maya karna aku tidak bisa langsung menatap kejujuran matanya, sebab jika hanya via maya aku tak bisa menjabat tangannya erat untuk menguatkannya. Lantas aku memintanya untuk bertemu denganku langsung esok harinya. Masalah yang dialamaninya adalah sebuah perpisahan orangtua yang membuatnya tak sanggup untuk menahan airmatanya untuk mengalir deras ke pipinya. Dirinya menceritakan setiap kejadian yang terjadi pada keluarganya kepadaku. Sebenarnya aku takut dengan hal ini, sebab khawatir jika aku tak bisa memberikan solusi untuknya. Namun, melihat dirinya yang begitu ketakutan aku memberanikan diri untuk menjadi temannya yang siap untuk mendengarkan setiap ...

Surat Cinta Untuk (Calon) Anakku

gambar diambil dari sini Assalamu’alaykum, Duhai Anakku.  Apa kabar dirimu disana, Nak? Ini adalah surat cinta untukmu (calon) anakku, dari ibumu dalam usia menjelang 20 tahun. Sengaja ibu menuliskan surat ini biar nanti kamu ingat bahwa ibu pernah menuliskan surat untukmu. Dan sepertinya juga ibu akan mulai rajin menuliskan surat-surat cinta untukmu, agar ketika kamu ingat dengan ibu, dan kamu pun rindu dengan ibu, kamu bisa membaca kembali tulisan-tulisan ibu dan kamu selalu ingat bahwa aku pernah menuliskan surat cinta untukmu, agar surat cinta ibu ini dapat kamu simpan dan kamu ceritakan nantinya pada anak-cucumu. Anakku tahukah kamu salah satu binatang ciptaan Allah yang tercantum di dalam Al-Qur’an, pedomanmu sebagai seorang Muslim? Ya, salah satunya adalah Lebah. Kamu tahu lebah? Aku akan ceritakan tentang lebah untukmu, anakku. Pertama, seperti yang kamu tahu lebah dari dahulu hingga saat ini hanya memakan sari bunga yang manis. Sudah jalannya me...

Belajar dari Ibu (Lagi)

Jika kamu dihadapkan dengan dua pilihan “Pasar atau Supermarket”? pastilah diantara kita banyak yang memilih supermarket. Tetapi tidak dengan Ibu saya. Ibu saya pasti akan lebih memilih pasar. Jawabannya sederhana ketika ditanya tentang ini. “ tentang kemanusian dan tentang berbagi ”. Soal masakan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “jika sudah menikah nanti, biasakan untuk memasak lebih. Untuk kamu bagikan ke tetanggamu, walau hanya berbagi kuahnya saja.” Jika ada tamu yang datang ke rumah, Ibu selalu mengajarkan tentang “memperlakukan tamu dengan baik, walau hanya dengan menyediakan air putih. ” Maka, jangan heran kalau berkunjung ke rumah saya Ibu saya suka repot membuatkan makanan untuk tamu. :D Soal pekerjaan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah selesai pekerjaan satu, selesaikan pekerjaan yang lainnya. Jangan di tunda-tunda.” Soal Ibadah di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah mendengar adzan, langsung sholat. Malam bangun buat sholat sunnah, pagi ...