gambar diambil dari sini Berhenti sejenak untuk segala aktivitas memang sebuah keharusan (sepertinya). Berhenti ketika dipertengahan jalan mulai muncul keraguan, kelelahan, dan seribu tanya tentang apa yang ingin dicapainya untuk (apa) dan (siapa)? Berhenti untuk memperbaiki kualitas niat yang mungkin saja sudah berbelok sedikit dari langkah diawalnya. Berhenti untuk memastikan kembali kualitas niat benar diawal, disaat hingga diakhir. Jangan sampai niat yang sudah baik diawal dan diakhir menjadi rusak tak karuan sebab hasil yang didapatkannya. Berhenti sejenak untuk mengatur helaan nafas agar kembali tertatur dan tidak tergopoh-gopoh saat melanjutkan langkah mencapai tujuan. Terkadang kita perlu kondisi sendiri untuk menikmati keberhentian sejenak itu. Berniat untuk mencari kesepian dalam perjalanan namun malah dihadapkan dengan keramaian. Tetapi, tetap mencoba menikmati perjalanan yang ramai dengan banyaknya ambisi dari kepala-kepala manusia. Menikmati kereta yang (se...
Merajut kata dari apa-apa yang dirasa hingga menjadi rangkaian cerita.