Tibalah pada suatu titik dimana aku termenung sendiri
dalam kondisi yang aku sendiri tidak mengerti maksudnya apa yang diinginkan
diri? Tetapi mencoba menerka apa yang dirasa oleh jiwa, apa yang sebenarnya
terjadi dalam langkah ini sehingga memang harus berhenti sejenak untuk kembali
memperbaiki kualitas niat dalam diri ini. Dan benarlah semakin tercenung dengan
kalimat penggugah jiwa yang sangat merasuk hingga jauh ke dalam makna. “Ini
bukan tentang bagaimana pandangan makhluk Allah terhadap diri kita, tapi
pandangan Allah, Dzat yang sangat kita harapkan cinta dan ridha-Nya atas kita. Karena
sangat sempit dan sebentarnya dunia, janganlah kita mengorbankan akhirat yang
telah nyata luas dan abadinya. Dan sudahkah selama ini kerja-kerja kita hanya
untuk-Nya? sudahkah selama ini hidupmu, nafasmu, dan seluruh pengorbananmu
meraih segalanya hanya untuk-Nya? sudahkah kamu memastikan dalam setiap
langkahmu itu diawali untuk Allah, disaat untuk Allah dan diakhirpun senantiasa
untuk Allah?”
Ya, terkadang memang kita harus berhenti sejenak untuk
melihat, mengingat dan muhasabah diri kembali selama dalam perjalanan ini
sudahkah niat-niat kita lurus senantiasa hanya untuk-Nya? Selalu berusaha di
awal Allah, di saat Allah dan senantiasa hanya untuk Allah hingga akhir.
Meminjam secuplik
tulisan Ust.Salim A.Fillah tentang niat yang benar dalam melakukan sesuatu…
“Benar dalam
niat. Benar dalam semburat hasrat hati. Benar dalam mengikhlaskan diri. Benar
dalam menepis syak dan riya’. Benar dalam menghapus sum’ah dan ‘ujub. Benar
dalam menatap lurus ke depan, tanpa peduli pujian kanan dan celaan kiri. Benar
dalam kejujuran kepada Allah. Benar dalam persangkaan pada Allah. Benar dalam
meneguhkan hati.”
Karena niat
adalah awal dari segala sesuatu bermuara. Jagalah Ia tetap suci dari awal,
tengah hingga akhir. Agar semua tidak sia-sia
Allah, luruskan niat kami selalu hanya untuk-Mu dan
karna-Mu. Jika berbelok di tengah, maka kembali luruskan niatku, jika sudah
kembali lurus ditengah dan berbelok kembali diakhir maka luruskan kembali
niatku kepada-Mu, untuk-Mu dan karna-Mu, Duhai Robb-ku. Allahumma Aamiin ...
Komentar
Posting Komentar