Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bapak

Perpisahan dengan yang terkasih

Beberapa hari lalu, setelah berbuka puasa aku dikejutkan oleh seorang kawan mengenai apa yang terjadi dengan dirinya dan keluarganya saat ini. Dirinya memberikan kabar padaku saat ia meminta pada ku untuk menjadi teman sharingnya yang awalnya via whatsapp , namun aku kurang puas jika sebuah masalah seperti ini hanya via dunia maya karna aku tidak bisa langsung menatap kejujuran matanya, sebab jika hanya via maya aku tak bisa menjabat tangannya erat untuk menguatkannya. Lantas aku memintanya untuk bertemu denganku langsung esok harinya. Masalah yang dialamaninya adalah sebuah perpisahan orangtua yang membuatnya tak sanggup untuk menahan airmatanya untuk mengalir deras ke pipinya. Dirinya menceritakan setiap kejadian yang terjadi pada keluarganya kepadaku. Sebenarnya aku takut dengan hal ini, sebab khawatir jika aku tak bisa memberikan solusi untuknya. Namun, melihat dirinya yang begitu ketakutan aku memberanikan diri untuk menjadi temannya yang siap untuk mendengarkan setiap ...

Belajar dari Ibu (Lagi)

Jika kamu dihadapkan dengan dua pilihan “Pasar atau Supermarket”? pastilah diantara kita banyak yang memilih supermarket. Tetapi tidak dengan Ibu saya. Ibu saya pasti akan lebih memilih pasar. Jawabannya sederhana ketika ditanya tentang ini. “ tentang kemanusian dan tentang berbagi ”. Soal masakan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “jika sudah menikah nanti, biasakan untuk memasak lebih. Untuk kamu bagikan ke tetanggamu, walau hanya berbagi kuahnya saja.” Jika ada tamu yang datang ke rumah, Ibu selalu mengajarkan tentang “memperlakukan tamu dengan baik, walau hanya dengan menyediakan air putih. ” Maka, jangan heran kalau berkunjung ke rumah saya Ibu saya suka repot membuatkan makanan untuk tamu. :D Soal pekerjaan di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah selesai pekerjaan satu, selesaikan pekerjaan yang lainnya. Jangan di tunda-tunda.” Soal Ibadah di rumah, Ibu selalu mengajarkan “Kalo sudah mendengar adzan, langsung sholat. Malam bangun buat sholat sunnah, pagi ...

Bapak :)

             Indahnya rembulan, dinginnya malam, dan nyanyian angin semilir yang bergantian menjadi saksi bisu akan kehangatan keluarga sederhana yang ku miliki ini. Selepas maghrib adalah momen yang terlalu indah untuk dilewatkan. Karena memang momen ini yang menjadi kenangan disaat kaki ini melangkah meraih asa. Aku dilahirkan dalam keluarga yang cukup sederhana, dari rahim seorang ibu yang memiliki suami yang luar biasa hebat peranannya dalam keluarga. Anak-anaknya biasa memanggilnya dengan sebutan sayang yaitu Bapak. Ialah bapak yang setia menemani istrinya disaat melahirkan anaknya untuk memastikan bahwa istri dan anaknya yang akan menghiasi dunia ini baik-baik saja. Ialah bapak yang tak pernah lelah untuk mencari nafkah menjalankan kewajibannya untuk keluarganya, Ialah bapak yang hebat dalam peranannya, Ialah Bapak yang tak ada tandingannya dengan para ayah-ayah yang lainnya. Bapak adalah seorang wirausaha (ya, lebih...