Malam yang sunyi dari keramaian selalu aku sukai. Kali ini dadaku sesak, entah sakit apa yang dirasa. Aku juga tak tau. Tapi ini bukan tentang sakit fisik yang kurasa. Sakit dalam jiwaku (sepertinya) yang kurasa. Beberapa hari ini ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran dan jiwa. Memikirkan tingkah apa yang sudah ku perbuat dalam hidup ini. Sampai-sampai dada ini sesak tidak seperti biasa. Mata yang hampir basah aku tahan sebisa mungkin. Kali ini aku harus bisa tidak melibatkan airmata tangis kesedihan. Sebab ini adalah akibat perbuatanku semata. Harus berani mempertanggungjawabkannya. Berani berbuat dan harus berani bertanggungjawab. Bertanggungjawab untuk memberanikan diri memaafkan serta meminta maaf. Melapangkan dan mengikhlaskan setiap apa yang telah diperbuat kepada diri ini. Ada yang tidak suka dengan diri ini, mungkin akibat dari makar yang pernah ku perbuat yang aku ketahui ataupun tanpa aku ketahui. Harus terus berani membenahi diri, harus terus berlaku baik pa...
Merajut kata dari apa-apa yang dirasa hingga menjadi rangkaian cerita.