Langsung ke konten utama

Kontemplasi tentang Takdir-Nya



Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya


Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagimu mengharap Ridha Allah, bukan pengakuan makhluk-Nya. Agar tidak ada hati yang bergores luka ketika apa yang telab ditakdirkan oleh-Nya tak sesuai harapan diri.

"Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan" (QS. An-Nahl : 1)

.

Tidak Cepat dan juga tidak terlambat. Tapi Tepat. Lagi dan lagi bahwa ketetapan-Nya telah tercipta jauh dari sebelum kita ada. Maka berlapanglah, dalam PengHambaan kepada-Nya..

.

Qadarullah wa masyaa'a faa'alaa (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya)


:))


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...