Langsung ke konten utama

Syair Penguat Hati


Menapaki langkah-langkah berduri
Menyusuri rawa, lembah dan hutan
Berjalan diantara tebing jurang
Semua dilalui demi perjuangan

Letih tubuh di dalam perjalanan
Saat hujan dan badai merasuki badan
Namun jiwa harus terus bertahan
Karna perjalanan masih panjang

Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Allah bertahanlah,,
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

* The Poems

Gunung tinggi menjulang
Samudra luas membentang
Adalah lahan peneguhan

Hutan rimba
Padang gersang
Jadi ajang pembuktian

Hujan badai
Terik panas kerontang
Pasti kan hiasi perjalanan
Saat langkah tlah diayunkan
Pantang surut ke belakang hingga sampai ke tujuan
Bertahanlah dan bersiap siagalah

(Nasyid by Izzatul Islam-Jejak)

-----------------------------------------------------------
*Sebuah syair penguat hati
Ketika alam menjadi saksi, akan terjalnya perjalanan ini
Setiap tapak kaki yang dilangkahkan menuju kebaikan
Saat letih menyapa, meyakinkan hati
Bahwa ini adalah ajang sebuah pembuktian
Kelak nanti akan dimintai pertanggungjawaban
Saat amanah yang mengikat untuk ditunaikan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...