Langsung ke konten utama

Ruang Tunggu

 

Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum?

Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan.


"Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematian. Allah yang paling baik menakar setiap niatan manusia. Bertemanlah dengan lelah. Karena dunia ini tempatnya lelah. Karna kita tidak tahu lelah yang mana yang kan membawa kita ke Syurganya Allah. Sudah kerja keras saja kita tidak tahu mendatangkan keridhaan Allah atau engga apalagi kalo melakukan yg sia2." :"((

Pas denger ini, kok yo serasa digedor2 hatinya. Hey Wida bangun, jangan ngeluh terus. Jangan bertanya terus tapi harusnya bangun bangkit benahi diri bertemanlah dengan lelah. Gausah mikirin apa yang dikatakan manusia tentang dirimu :"((

.

Lalu jadi ingat juga postingan Mba Asri di feed IG nya tentang Urip Iku Mung Sejatine Sawang Sinawang. Lalu mencoba cari tau maksud dan artinya ternyata benar juga. Sering kita ngerasa bahwa apa yg telah didapat oranglain dibandingkan oleh kita padahal belum tentu itu tuh pas untuk kita. Kita seringnya fokus pada pandangan kacamata diri kita sendiri lupa pada pandangan Allah lupa bahwa setiap proses dan bagian masing-masingnya berbeda, ya karna garis start kita tidak sama garis finishnya pun kita tidak akan sama. Kalau hidup hanya memikirkan apa kata oranglain mungkin gerak kita akan terbatas pada apa yang mereka lihat, padahal tujuan kita dicipta adalah untuk Beribadah kepada-Nya bukan untuk menyenangkan dan menjawab apa kata oranglain tentang kita. Jadi hidup kita cukup hanya untuk-Nya.

.

Sampai disini saya semakin merenung, ternyata Allah benar2 sayang sama saya. Masih diberi ruang tunggu untuk bebenah diri mendekat lagi pada-Nya, untuk lebih banyak lagi memberikan manfaat kepada sesama, memberi ruang untuk lebih dekat lebih memberikan baktinya pada orangtua sebelum nantinya terbatas pada ruang dan waktu dalam kebersamaan dengan orangtua dan keluarga, dan ada banyak hikmah2 lainnya di masa ruang tunggu ini.

Dan saya selalu percaya ujian yang dihadirkan Allah selalu hadir sepaket dengan jalan keluarnya.

Maka berterimakasihlah pada Allah atas setiap yang telah Dia beri. Bukankah sesuatu itu ditunda tersebab hendak Ia sempurnakan datangnya, bisa jadi karna memang Ia yang lebih tahu apa yg terbaik untuk kita, lebih tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Karna bisa jadi yang kita inginkan bukanlah yg terbaik untuk kita menurut Allah. Lalu siapalah kita kalau kita mengeja Allah untuk memberikan ini dan itu padahal Allah Dzat Yang Maha Mengetahui, Dzat Yang Menciptkan kita.

.

Percayalah sebingung apapun, sebuntu apapun kita solusinya ada pada Dia Sang Maha Segalanya.

.

Jika lelah dirasa maka kembalilah pada-Nya, sebagaimana Rasulullah saat lelah dan ingin beristirahat memerintahkan Bilal untuk Adzan "Yaa Bilal Arihna bi sholat, wahai Bilal istirahatkan kami dengan sholat". Dan hari ini adalah tepat peristiwa Isra Mi'raj, peristiwa dimana sebagai penghiburan dari Allah untuk Rasulullah ditahun kesedihannya ini. Ditinggal oleh sang kekasih hati istri yg paling dicintai Sayyidah Siti Khadijah ra dan ditinggal oleh paman tersayangnya yg selalu menjadi tamengnya dalam menyampaikan risalah2 kenabiannya. Peristiwa dimana Rasulullah diperjalankan berjumpa dengan Allah untuk memberi perintah Sholat menjadi 5 waktu didalam satu harinya yang menjadi rukun islam kedua bagi kaum muslimin. 

.

Kadang tanpa sadar dan dirasa, ketika sedang kalut2nya, ketika berada diruang tunggu yg tiada tahu ujungnya sholat menjadi sumber ketenangan tersendiri. Entah nangis sesegukan atau merasa setelah sholat langsung plong begitu aja dadanya, lapang hatinya menerima segala apapun yang dirasa. Ya memang ujung-ujungnya sumber segala ketenangan adalah kembali pada-Nya. Lewat sholat kita, lewat doa2 kita.

.

Tapi nyatanya kita manusia seringnya lupa, sudah tahu bahwa solusi dari segala hiruk pikuk ujian ada pada-Nya kita nya sering ga ngeh sama Dia Yang Maha Mengetahui Segalanya. Padahal sudah tahu bahwa Allah muara atas segala sesuatunya, tapi kita tak segera bergegas mendekat pada-Nya? 😭😭

.

Tulisan ini adalah tulisan pengingat untuk saya yang seringkali mengeluh, yang tertatih dalam menghamba seutuhnya pada-Nya. Semoga Allah ampunkan diri ini dan menjadikan setiap detiknya adalah pembelajaran untuk bebenah memperbaiki, memantaskan diri dimasa ruang tunggu ini menuju pada apa2 yang mendatangkan Keridhaan-Nya untuk saya 😭😭

.

Ah ya sebentar lagi sudah Ramadhan datang, tamu agung dengan segala kelipatgandaan pahala dibuka lebar. Semoga Allah masih memberi izin untuk kita berjumpa menyambut tamu agungnya dengan hati yang telah berlatih bersih, berprasangka baik selalu pada-Nya, dengan hati lapang dan penuh suka cita menjalaninya. Semoga Allah selalu meluruskan niat2 kita karna dan hanya untuk-Nya semata. Faghfirlii ya Rabbana πŸ₯ΊπŸ˜­❤


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...