Langsung ke konten utama

Postingan

Surat Cinta Untuk (Calon) Anakku

gambar diambil dari sini Assalamu’alaykum, Duhai Anakku.  Apa kabar dirimu disana, Nak? Ini adalah surat cinta untukmu (calon) anakku, dari ibumu dalam usia menjelang 20 tahun. Sengaja ibu menuliskan surat ini biar nanti kamu ingat bahwa ibu pernah menuliskan surat untukmu. Dan sepertinya juga ibu akan mulai rajin menuliskan surat-surat cinta untukmu, agar ketika kamu ingat dengan ibu, dan kamu pun rindu dengan ibu, kamu bisa membaca kembali tulisan-tulisan ibu dan kamu selalu ingat bahwa aku pernah menuliskan surat cinta untukmu, agar surat cinta ibu ini dapat kamu simpan dan kamu ceritakan nantinya pada anak-cucumu. Anakku tahukah kamu salah satu binatang ciptaan Allah yang tercantum di dalam Al-Qur’an, pedomanmu sebagai seorang Muslim? Ya, salah satunya adalah Lebah. Kamu tahu lebah? Aku akan ceritakan tentang lebah untukmu, anakku. Pertama, seperti yang kamu tahu lebah dari dahulu hingga saat ini hanya memakan sari bunga yang manis. Sudah jalannya me...

Hujan

gambar diambil dari sini Sudah beberapa hari ini hujan mengguyur kota ku. Awet, sangat awet. Sampai-sampai agenda untuk beberapa hari ini di tunda karena akses menuju tempat tersebut terjebak dengan banjir. Merenung.  Dengan melihat lagi hujan dari jendela rumah. Hujan, apakah dirimu pantas menjadi alasan kami untuk tidak melakukan aktivitas? Apakah dirimu sangat begitu seram, sampai-sampai bila aku keluar rumah dan dirimu datang mengguyur kota ku aku jarang sekali mendapat izin untuk keluar rumah? Nanti katanya aku sakit dan sebagainya. Padahal ilmu yang aku dapatkan di kuliahku semester ini, bahwa sebenarnya air hujan tidak menyebabkan sakit kepala, atau sakit yang lainnya jika sudah lebih dari 5-10 menit dirimu turun dari langit. Kini aku menyadari bahwa dirimu (Hujan) menjadi salah satu pembuktian iman juga nampaknya, ketika dirimu datang banyak mengeluh atau malah banyak yang bersyukur? Andai saja kalian tahu kenikmatan hujan itu seperti apa? Ah, coba kal...
"Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku dengan sebab (pujian) yang mereka ucapkan, dan ampunilah aku dari (perbuatan dosa) yang tidak mereka ketahui (dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka)"  (HR. Bukhari)

Amanah Itu ...

Sejatinya amanah itu,   Bukan karena kamu mampu Bukan pula karena mereka merasa kamu mampu Bukan karena kamu tahu kapasitasmu Bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu Dan jangan sampai pula karena kemauanmu Amanah itu kehendak Allah, rencana Allah atas kehidupanmu Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dari amanah itu, jika Allah tahu itu yang terbaik bagimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu. Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu tak mampu, jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas dirimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu. Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berupaya maksimal agar seseorang yang bukan dirimu yang mengemban amanah itu, jika Allah ingin mendidikmu dengan amanah itu, maka ia berikan amanah itu kepadamu. Bahkan sekiranya seluruh aibmu seketika memenuhi fikiranmu dan membuatmu berhenti melangkah karena ragu, jika Allah tahu ama...