Langsung ke konten utama

Amanah Itu ...



Sejatinya amanah itu,
 
Bukan karena kamu mampu
Bukan pula karena mereka merasa kamu mampu
Bukan karena kamu tahu kapasitasmu
Bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu
Dan jangan sampai pula karena kemauanmu

Amanah itu kehendak Allah, rencana Allah atas kehidupanmu

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dari amanah itu, jika Allah tahu itu yang terbaik bagimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu tak mampu, jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas dirimu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berupaya maksimal agar seseorang yang bukan dirimu yang mengemban amanah itu, jika Allah ingin mendidikmu dengan amanah itu, maka ia berikan amanah itu kepadamu.

Bahkan sekiranya seluruh aibmu seketika memenuhi fikiranmu dan membuatmu berhenti melangkah karena ragu, jika Allah tahu amanah itu akan membuatmu menjadi hamba yang semakin baik dan semakin dekat dengan-Nya, maka amanah itu akan dia berikan kepadamu.

Percayalah, ada rencana terbaik yang sudah Allah persiapkan,
Sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan,
Serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
Sekali lagi, ini bukan tentang kamu dan mereka, ini tentang kamu dan Dia
Dan melangkahlah dengan percaya, bahwa bersama-Nya semuanya akan baik-baik saja.

- Anonim

karna sejatinya amanah akan terus bergilir disetiap fasenya untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan disetiap perjalanan ini hingga menuju JannahNya. ini bukan tentang siapa yang berdakwah, tetapi ini tentang keikhlasan di jalan dakwah.  

Percayalah adanya amanah pada pundak ini, menandakan Allah sayang pada kita. karena dengan amanahlah cara Allah menjaga diri kita. Semoga Allah selalu menguatkan pundak-pundak kita dalam memikul amanah, titipan-Nya hingga kaki-kaki kita menapak di Jannah-Nya. Allahumma Aamiin...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...