Langsung ke konten utama

Ada Cinta di Dalam Lingkaran Cinta


Dekapan cinta kuat berbayang dalam jiwa
Pelukan kasih sayang erat mengait hati
Masih terasa hembusan nafas membelai raga
Lembut genggaman tangan-tangan manja

Panorama insan manusia yang bahagia
Bukan fatamorgana setan api neraka
Para pemimpi perindu surga
Penjaga awan cita-cita, tak sekedar angan belaka

Saling membagi cerita cita maupun cinta
Mengukir sejarah kehidupan nyata
Membingkai hidup dalam prahara dunia
Dengan ketulusan jiwa-jiwa gagah perkasa

Tak terasa lama sudah laju kita
Semakin kencang dan tak akan berhenti
Bersama kereta dakwah melewati pertemuan hari-hari
Membawa satu tujuan yang tak akan mati

Kini ku terkenang akan indahnya nuansa kala purnama
Menghiasi salam jumpa pertama kita
Tanpa kata hanya rasa, tatap mata dengan tawa
Berselimutkan angin malam yang tak dirasa

Terimakasih murabbiku
Telah menghiasi awan mimpiku dengan nasihatmu
Telah menjernihkan keruhnya hatiku dengan tauladanmu
Telah percayakan wasiat Illahi padaku

Terimakasih sahabat-sahabatku
Telah menjadi pengait lingkaran cinta kita
Telah bersama berlomba denganku untuk membagikan kue-kue kebaikan
Telah mengusap air mataku di kala sendu

Bersama kalian
Yakinku akan yakinmu pada Illahi
Tak apa bila saat nanti tak bertemu kembali
Biar raga kan jauh berada, namun hati kian terpagut menjadi satu
Semua karena Illahi Rabbi

”Tarbiyah bukan segalanya namun dari tarbiyah bermula segalanya, menjadi Luar Biasa”

Uhibbukum Fillah
Jazakumullah ahsanal jaza’ saudari-saudari ku telah menghiasi hidup ku dengan keindahan-keindahan serta kebaikan yang kalian berikan untuk ku. Do’a ku untuk kalian, semoga Illahi Robbi tetap menjaga kalian dengan keimanan dan keistiqomahan kepada-Nya hingga kita bertemu di taman-taman syurga nanti. Dan semoga Allah SWT makin kekalkan ikatan ukhuwah ini dan mempertemukan kita kembali di Jannah-Nya yang sangat abadi dan indah. Aamiin Allahumma Aamiin ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...