“Kadang
kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi, tapi ia mengerti, mendekat
pada sang kekasih justru membinasakan." (Salim A Fillah)
Yang
perlu kita ketahui bahwa hikmah pelajaran kehidupan tidak selalu terungkap
diawal pagi, bukan? Maka yang harus kita lakukan ialah syukur dan bersabar
menanti terungkapnya hikmah kehidupan.
Benar
saja kadang kita merutuki dan menyesali apa yang telah terjadi, menyalahkan
segala apa yang dirasa, padahal setelah berkontemplasi lalu menepi, memahami
diri dengan tetiba Allah hadirkan hikmahnya tentang apa yang telah terjadi
mengapa begini dan begini?
Nyatanya
jika Dia kabulkan doa kita seketika itu juga, pasti akan terjadi sesuatu karna
masih kurangnya ilmu disuatu bab tertentu yang masih belum selesai untuk
diimplementasikan. Lalu Allah tangguhkan seiring berjalannya waktu untuk
perbaiki diri dan dengan sengaja Allah memberi sinyal terang yang tak di
duga-duga untuk memperbaiki bekal yang kurang pada saat diawal meminta pada-Nya
tentang doa dan harapan yang sedang Allah tangguhkan disaat itu.
Saat
saya membaca bukunya Mba Apik yang berjudul “Melangkah Searah” tanpa sadar saya
selalu senyum-senyum sendiri dan mengangguk tanda mengiyakan setuju dengan apa
yang ditulis oleh Mba Apik dalam buku tersebut. Bukunya sudah setahun lalu saya
beli tapi qadarullah ternyata baru tersentuh untuk dibaca akhir-akhir ini. Mungkin
bukunya hadir memang disaat yang tepat dan pas sesuai keadaan hahaha ๐
Kadang
apa yang ditangguhkan bukan karna Allah tak ingin mengabulkan langsung, tapi
Allah ingin Hamba-Nya selesai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu, Allah
ingin Hamba-Nya belajar pada bab yang masih harus diulang belum lulus untuk
naik ke level yang lebih tinggi lagi. Sebab, jika Allah kabulkan saat itu juga
pasti ia akan tergopoh-gopoh bahkan bisa kepayahan menjalaninya. Maka Allah
beri waktu untuk Hamba-Nya lebih mendekat, berikhtiar lalu bertawakkal lebih
dalam ๐๐

Komentar
Posting Komentar