Langsung ke konten utama

Hikmah sedalam Makna


 

“Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi, tapi ia mengerti, mendekat pada sang kekasih justru membinasakan." (Salim A Fillah)

Yang perlu kita ketahui bahwa hikmah pelajaran kehidupan tidak selalu terungkap diawal pagi, bukan? Maka yang harus kita lakukan ialah syukur dan bersabar menanti terungkapnya hikmah kehidupan.

Benar saja kadang kita merutuki dan menyesali apa yang telah terjadi, menyalahkan segala apa yang dirasa, padahal setelah berkontemplasi lalu menepi, memahami diri dengan tetiba Allah hadirkan hikmahnya tentang apa yang telah terjadi mengapa begini dan begini?

Nyatanya jika Dia kabulkan doa kita seketika itu juga, pasti akan terjadi sesuatu karna masih kurangnya ilmu disuatu bab tertentu yang masih belum selesai untuk diimplementasikan. Lalu Allah tangguhkan seiring berjalannya waktu untuk perbaiki diri dan dengan sengaja Allah memberi sinyal terang yang tak di duga-duga untuk memperbaiki bekal yang kurang pada saat diawal meminta pada-Nya tentang doa dan harapan yang sedang Allah tangguhkan disaat itu.

Saat saya membaca bukunya Mba Apik yang berjudul “Melangkah Searah” tanpa sadar saya selalu senyum-senyum sendiri dan mengangguk tanda mengiyakan setuju dengan apa yang ditulis oleh Mba Apik dalam buku tersebut. Bukunya sudah setahun lalu saya beli tapi qadarullah ternyata baru tersentuh untuk dibaca akhir-akhir ini. Mungkin bukunya hadir memang disaat yang tepat dan pas sesuai keadaan hahaha ๐Ÿ˜‚

Kadang apa yang ditangguhkan bukan karna Allah tak ingin mengabulkan langsung, tapi Allah ingin Hamba-Nya selesai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu, Allah ingin Hamba-Nya belajar pada bab yang masih harus diulang belum lulus untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi. Sebab, jika Allah kabulkan saat itu juga pasti ia akan tergopoh-gopoh bahkan bisa kepayahan menjalaninya. Maka Allah beri waktu untuk Hamba-Nya lebih mendekat, berikhtiar lalu bertawakkal lebih dalam ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’™

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...