Langsung ke konten utama

Amanah


Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah karena aku bisa kembali menulis serangkaian kalimat yang bisa menjadi sebuah cerita ini.

Sekali lagi segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan ku dengan saudara-saudari ku di lingkup bumi-Nya yang sangat luas ini. InsyaAllah mempertemukan ku pada mereka ada maksud tersendiri untuk ku. Allah mempertemukan mereka dengan ku sehingga aku bisa masuk Rohis SMAN 93, kemudian lanjut ke IKRAR(Ikatan Rohis seJakarta Timur). Dan Allah telah menunjukkan Keagungan-Nya dengan aku mendapat amanah sebagai Ko’A(Koordinator Akhwat) di ROHIS SMAN 93 Jakarta dan IKRAR.

Awalnya aku sangat takut dengan mendapat amanah yang sangat berat ini, tapi setelah aku mendapat sms dari seorang saudariku aku menjadi semakin mengerti untuk apa amanah ini diberikan kepada ku? Aku juga mendapat sebuah sms dari kakak kelas ku mengenai amanah dan itu pun semakin membuat ku semakain yakin ini adalah Jalan dari Allah untuk ku hamba-Nya.

“Amanah terembankan pada pundak2 yang semakin lelah, bukan sebuah ketidakterimaan, keputusaan, terlebih surut kebelakang. Ini adalah awal pembuktian , siapa diantara kita yang beriman? Wahai diri, sambutlah seruanNya”. (Alm. KH. Rahmat Abdulllah)

Bukankah manusia di ciptakan Allah untuk dijadikan seorang khalifah di muka bumi ini? sesuai dengan surat cinta-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 30.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.... “

Ya, karena itulah kita hendaknya bersyukur karena masih bisa dipercaya dengan Allah dan manusia lain nya untuk menjadikan kita sebagai pemimpin. Dan tentunya dengan ada nya amanah yang bersandar dalam pundak kita ini, kita bisa menjadikan ini sebagai dorongan untuk selalu melakukan yang terbaik untuk yang lain nya. Karena setiap pemimpin akan dimintai tanggung jawabnya di akhirat kelak. Maka dari itu lah kita sebagai hamba-Nya yang lemah harus selalu waspada dengan bujuk rayu setan yang datang tanpa diundang untuk membuat diriku terjebak dengan arus nya.

Dengan ada nya amanah insyaAllah kita akan semakin bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, dengan adanya amanah insyaAllah kita bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk orang lain.

Jangan jadikan amanah itu sebagai beban, tapi  jadikan amanah sebagai pengingat kita untuk selalu beriman pada Allah.

Allah selalu bersama kita dimana dan kapan saja serta dalam kondisi apa pun, Innallaha Ma'ana. InsyaAllah ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...