Langsung ke konten utama

kasih sayang dan pertolongan Allah..



Ada yang sudah pernah baca novel “Bumi Cinta”. Kalo belum segera beli buku nya ditoko-toko buku terdekat dan kalau sudah pernah baca tetap baca tulisan saya ini, karena saya akan berbagi kisah yang terdapat di dalam novel tersebut hehe *pemaksaan :D

Saya sangat tertarik dengan kisah yang di jelaskan Muhammad Ayyas kepada Yelena dalam novel “Bumi Cinta” karyanya Ust.Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan Kang Abik. Tanpa mengurangi makna yang terdapat didalam novelnya saya akan mulai ceritakan dari buku tersebut.

“Pernah suatu ketika aku bersama Dzun Nun Al Mishri berada di tepian sebuah anak sungai. Aku melihat seekor kalajengking besar di tempat itu. Tiba-tiba ada seekor katak muncul ke permukaan, dan kajengking itu kemudian naik di atas punggungnya. Kemudian sang katak itu berenang menyeberangi sungai.”
Dzun Nn Al Mishri berkata, ‘ada yang aneh dengan kalajengking itu, mari kita ikuti dia!’

Maka kami lantas menyeberang mengikuti kalajengking yang digendong katak itu. Kami terperanjat ketika menjumpai seseorang tertidur ditepian sungai yang nampaknya habis mabuk. Dan disampingnya ada seekor ular yang mulai menjalar dari pusar kemudian ke dadanya, kiranya ular tersebut hendak menggigit telinganya.

Kami lalu menyaksikan kejadian yang luar biasa. Kalajengking itu tiba-tiba melompat secepat kilat ke tubuh ular itu dan menyengat ular itu sejadi-jadinya, hingga sang ular menggeliat-geliat dan terkoyak-koyak tubuhnya.

Dzun Nun lalu membangunkan anak muda yang habis mabuk itu. Sesaat kemudian anak muda itu terjaga. Dzun Nun berkata, ‘Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih sayang Allah yang telah menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang diutus-Nya untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu!’

Lalu Dzun Nun melanjutkan nasihatnya, ‘Hai orang yang terlena, padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap meninggalkan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang melimpahinya berbagai nikmat.’

Setelah itu pemabuk itu berkata, ‘Duhai Tuhanku, betapa agung kasih sayang-Mu sekalipun terhadap diriku yang durhaka kepada-Mu. Jika demikian, bagaimana dengan kasih sayang-Mu kepada orang yang selalu taat kepada-Mu?’

“Pemuda pemabuk itu lalu meniti jalan menuju Allah. Ia seringkali menangis setiap kali teringat masa lalunya yang sia-sia. Ia terus meniti jalan Allah yang lurus, jalan untuk orang yang diberi nikmat sejati oleh Allah.”

Nah kisah kalajengking yang diutus oleh Allah sesungguhnya bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Termasuk pada diri kita. Mungkin kita tidak menyadari, Allah telah mengutus ‘kalajengking’ untuk menyelamatkan kita dari bahaya ‘ular’ yang hendak membinasakan kita.

“Dalam kondisi kritis, berulang kali Allah menjaga hamba-Nya.Berbagai macam caranya Allah mengirimkan ‘kalajengking’penyelamat itu. Cobalah sejenak kita ingat-ingat sejarah perjalanan kita. Berapa kali sudah Allah mengirimkan kalajengking yang menyelamatkan hidup kita? Berapa kali sudah Allah menolong kita dalam kesusahan dan kesempitan yang mendera? Kalau kita jujur, pastilah berkali-kali. Bahkan kalau kita jujur, setiap saat Allah melindungi kita melindungi kita dalam perlindungan yang kita tidak  menyadarinya.”

“Pertolongan dan kasih sayang Allah didunia ini tidak hanya untuk orang-orang yang taat saja. Orang yang bermaksiat sekalipun masih mendapat cipratan kasih sayang Allah. contohnya adalah pemuda mabuk tadi. Dia tetap diselatkan oleh Allah. Semestinya kasih sayang Allah yang sedemikian agungnya membuat siapaun insaf dan terjaga. Yang taat kapada Allah semakin taat. Karena ketaatan kepada Allah itu sendiri adalah bentuk kasih sayang Allah. dan yang masih juga belum taat, masih suka bermaksiat semestinya segera insaf, bahwa ia masih hidup dan bernafas didunia ini karena dilindungi oleh Allah.”

Nah dari cerita inilah saya dapat mengambil ibroh, bahwa kasih sayang Allah itu tak terbatas dan tidaklah pilih kasih kepada hamba-Nya. Kepada hamba-Nya yang sering ingkar pada perintah-Nya saja Dia masih memberikan pertolongan apalagi kepada hamba-Nya yang beriman dan taat pada perintah-Nya? Pertolongan Allah datang selalu dengan cara yang berbeda-beda kepada hamba-Nya, mungkin tanpa kita ketahui bahwa itu adalah pertolongan dari Allah. Jangan pernah merasa pertolongan-Nya jauh diri kita, padahal sesungguhnya pertolongan-Nya amatlah dekat dengan kita. Sungguh Allah Maha penyayang, Maha Baik, Maha Kuasa atas segala apa yang ada di bumi ini.

Teruslah mencari kasih sayang Allah dengan mendekatkan diri selalu kepada Allah, coba peka terhadap yang kita dapatkan, mungkin itu cara Allah memberikan kasih sayang-Nya kepada kita. Jangan berprasangka buruk kepada Robb mu, karena Allah bergantung kepada prasangka hamba-Nya.

Semoga manfaat, dan mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan. Afwan, jika ada kata-kata yang salah dalam tulisan ini :)
 
wallahu’alam ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...