Langsung ke konten utama

Hidup itu tentang ...

Hidup itu tentang Pembelajaran. Karena Hidup adalah sebuah pembelajaran untuk bisa menjadi lebih baik dari dirinya yang terdahulu.

Hidup adalah sebuah kata kerja. Kata kerja berarti membutuhkan perbuatan untuk melakukan atau menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Hidup adalah tentang berbagi dan menginspirasi. Berbagi untuk sesama agar menjadi manfaat serta berkah atas kehadiran dirinya didunia ini dan menginspirasi untuk memberi motivasi yang berarti dalam menjalani kehidupan ini.

Hidup adalah tentang mimpi. Karna mimpi adalah awal dari kehidupan untuk mendapatkan tujuan kehidupan yang pasti.

Hidup adalah tentang pertanggung jawaban. Karena selama kita hidup semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah kita lakukan di dunia ini kepada Robbnya.

Hidup adalah tentang perjuangan. Karna hidup adalah masa yang tiada kata tuk berpangku tangan

Hidup itu tentang sebuah pilihan. Karena pada dasarnya manusia diciptakan dengan akal agar kita dapat memilih yang haq dan menjauhi yang bathil. Memilih kanan atau kiri, memilih baik atau jahat. Hidup ini dilakukan dengan pilihan, tidak ada yang absen saat memilih pilihan hidup, tidak bisa setengah-setengah dalam memilihnya. Dan tidak ada kata golongan tengah-tengah saat memilih pilihan.

 Hidup ini tentang berkarya. Berkarya dengan apa yang sudah kita miliki, berkarya untuk orang lain, berkarya untuk negeri yang tercinta, untuk orang yang dicinta, dan untuk agamanya tentunya. Serta berkarya untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Dan hidup adalah tentang ketidakadilan. Karena pada dasarnya dunia adalah ketidakadilan pada siapapun dan sampai kapanpun itu.
Hidup bukan hanya mengalir seperti air, yang tak ada arah tujuan yang tepat dan tak pasti untuk berhenti. Tapi hidup punya tujuan yang pasti yaitu untuk beribadah hanya kepada Sang Maha Penciptanya  yaitu Robb Semesta Alam.

Ya, itulah arti hidup bagi ku. hidup yang akan mempunyai titik akhir dan tak kan abadi. Hidup yang memberi arti tentang keikhlasan serta kesabaran disetiap detiknya. Hidup yang terus berputar hingga diberhentikan Allah suatu saat nanti. Hidup yang penuh dengan kesenangan, dan penuh dengan kefatamorganaan dunia saja.

Berhati-hatilah Wida, karena dunia bukanlah tujuan utama dirimu.Jadikan hidup di dunia ini menjadi ladang Amal yang seharusnya kau lakukan untuk perbekalan yang kamu bawa kelak, untuk menjadi kawan sejati nanti saat bertemu Robbmu.

Bersabarlah dengan kehidupan dunia, sampai kapan itu. Karena kehidupan dunia hanya melenakan mata dan hawa nafsumu saja.



“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”       (QS. Al-Hijr : 3)

“Sesungguhnya engkau akan dapatkan orang-orang memperebutkan dunia, maka bersabarlah sampai engkau bertemu denganku ditelaga” (Rasulullah)

“Bersabarlah Wahai Jiwaku pada kehidupan ini, karna Sabar itu tiada batasnya serta tak ada akhirnya. Dan ikhlaslah dalam menjalankan segala sesuatunya atas dasar hanya mengharap Ridho Robbmu”

Ingat selalu wahai diri, bahwa sabar itu nikmat nan lezat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...