Banyak diantara kita yg
sering merasa lelah dengan jalan yg
sudah kita pilih ini. ya, jalan yg sedikit sekali orang memilihnya. Jalan yg
selalu dihiasi dengan airmata, jalan yg membutuhkan pengorbanan terbaik dari
pelakunya, jalan yg menguras tenaga serta pikiran kita. Jalan apakah itu? Ya,
jalan Dakwahlah yg aku maksud. Tak ku pungkiri bahwa aku pun pernah merasa
seperti itu, disaat iman tak terkondisikan.
Pernah suatu kali aku bertanya pada seorang murobbiyah ku. “Ka bagaimana sih caranya untuk kita bertahan dalam dakwah ditengah rintangan yg banyak ini?”. “Intinya adalah sabar dan Istiqomah serta berkumpul lah dengan orang-orang yg sholeh.” Sabar lah dalam ketaatan, sabar dalam berdakwah, sabar dalam mengingatkan, dan sabar dengan ketidakadilan dunia ini. karena pada dasarnya dunia adalah ketidakadilan, kapanpun dan sampai kapanpun itu. Berkumpul dengan orang-orang sholeh itu sangat penting, karena dengan mereka lah iman dan semangat kita tetap terjaga. Karena meraka lah yg selalu mengingatkan kita kepada Allah dan mengingatkan dalam kebaikan. Maka berkumpullah dengan mereka orang-orang yg sholeh. Ingatlah janji Allah itu pasti.”
Dari penjelasan murobbiyah ku
tadi, aku langsung berpikir sejenak mencerna baik-baik kalimat demi kalimat.
Aku baru tersadar bahwa berdakwah itu memang membutuhkan kesabaran, keikhlasan
serta pengorbanan terbaik dari pelaku dakwahnya itu sendiri. Ya, sabar dalam
menyampaikan, sabar dalam mengingatkan, sabar dalam ketaatan, sabar dalam
ketidakadilan dunia ini. karena memang dunia ini adalah tempat yg penuh dengan
ketidakadilan sampai kapanpun dan pada siapapun itu.
Berjuang memang tak pernah senang, ombak
derita tiada henti dan silih berganti dan inilah sunnah orang yg berjuang
dijalan dakwah ini. Berjuang memang pahit karena surga-Nya itu manis. Berjuang
pentingnya berkorban, rela terhina karena kebenaran. Ya, inilah sunnah orang yg
berjuang. Tak ditaburi dengan bunga-bunga indah, banyak kerikil-kerikil yg
bertaburan dijalan ini. Siang dan malam menguras tenaga dan pikiran bahkan
terkadang ditemani oleh tetesan airmata. Ya, memang ini adalah sunnah orang yg
berjuang dijalan ini, jalan yg sangat indah nan nikmat.
Dan akan lebih indah lagi kita
berjuang dalam satu barisan, karena itu akan membuat kita lebih kuat dengan
berbagai ombak yg datang silih berganti. Dan dalam satu barisan itu pula kita
dapat menggantikan kata “Lelah” menjadi kata “Semangat dan Bahagia”.
“Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yg berperang di jalan-Nya dalam barisan yg teratur, mereka seakan-akan
seperti suatu bangunan yg tersusun kokoh”(QS.As-Saff:4)
Teringat dengan kalimat ini “Nanti
saja kita berhenti berjuangnya, kalau kaki kita sudah menginjakkan Surga-Nya
kelak, sekarang tugas kita adalah belajar, berjuang dan berjuang. Berjuang
tiada habisnya”. Kalimat ini seperti menampar diri ku, ini adalah
pengingatku untuk tetap terus beristiqomah dijalan yg telah ku pilih ini.
meskipun aku baru mengerti ujungnya jalan ini, namun itu tak membuat ku ingin
lari dari jalan yg indah ini, Insya Allah. dan semoga Allah SWT tetapkan hati
kita selalu untuk berada di jalan dakwah ini, untuk senantiasa berusaha
beristiqomah selalu kepada-Nya dan selalu memperbaiki diri kita. Aamiin...
“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap
totalitas. Siapa yg bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan
da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yg lemah dalam
memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal
bersama orang-orang yg duduk. Lalu Allah swt akan mengganti mereka dengan
generasi lain yg lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini”
(Imam As Syahid Hasan Al Banna)
(Imam As Syahid Hasan Al Banna)
Beristiqamahlah selalu atas dasar
Ukhuwah Islamiyah dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Lanjutkan terus
perjuangan, sebagaimana kita melanjutkan
perjuangan ini dari orang-orang sebelum kita. Bersabarlah dengan
berbagai rintangan serta ujian yg dihadapi, Innallaaha ma’ash shaabiriin.
Semoga Manfaat, dan tetap terus
saling mengingatkan dalam kebaikan ya saudara seimanku. Maaf kan jika diriku
sering mengeluh dalam perjuangan ini, sungguh aku hanya hamba-Nya yg dhaif ^^
Wallahu'alam


Komentar
Posting Komentar