Langsung ke konten utama

Jalan Indah nan Nikmat :)

Banyak diantara kita yg sering  merasa lelah dengan jalan yg sudah kita pilih ini. ya, jalan yg sedikit sekali orang memilihnya. Jalan yg selalu dihiasi dengan airmata, jalan yg membutuhkan pengorbanan terbaik dari pelakunya, jalan yg menguras tenaga serta pikiran kita. Jalan apakah itu? Ya, jalan Dakwahlah yg aku maksud. Tak ku pungkiri bahwa aku pun pernah merasa seperti itu, disaat iman tak terkondisikan.

Pernah suatu kali aku bertanya pada seorang murobbiyah ku.  “Ka bagaimana sih caranya untuk kita bertahan dalam dakwah ditengah rintangan yg banyak ini?”. “Intinya adalah sabar dan Istiqomah serta berkumpul lah dengan orang-orang yg sholeh.” Sabar lah dalam ketaatan, sabar dalam berdakwah, sabar dalam mengingatkan, dan sabar dengan ketidakadilan dunia ini. karena pada dasarnya dunia adalah ketidakadilan, kapanpun dan sampai kapanpun itu. Berkumpul dengan orang-orang sholeh itu sangat penting, karena dengan mereka lah iman dan semangat kita tetap terjaga. Karena meraka lah yg selalu mengingatkan kita kepada Allah dan mengingatkan dalam kebaikan. Maka berkumpullah dengan mereka orang-orang yg sholeh. Ingatlah janji Allah itu pasti.”

Dari penjelasan murobbiyah ku tadi, aku langsung berpikir sejenak mencerna baik-baik kalimat demi kalimat. Aku baru tersadar bahwa berdakwah itu memang membutuhkan kesabaran, keikhlasan serta pengorbanan terbaik dari pelaku dakwahnya itu sendiri. Ya, sabar dalam menyampaikan, sabar dalam mengingatkan, sabar dalam ketaatan, sabar dalam ketidakadilan dunia ini. karena memang dunia ini adalah tempat yg penuh dengan ketidakadilan sampai kapanpun dan pada siapapun itu.

 Berjuang memang tak pernah senang, ombak derita tiada henti dan silih berganti dan inilah sunnah orang yg berjuang dijalan dakwah ini. Berjuang memang pahit karena surga-Nya itu manis. Berjuang pentingnya berkorban, rela terhina karena kebenaran. Ya, inilah sunnah orang yg berjuang. Tak ditaburi dengan bunga-bunga indah, banyak kerikil-kerikil yg bertaburan dijalan ini. Siang dan malam menguras tenaga dan pikiran bahkan terkadang ditemani oleh tetesan airmata. Ya, memang ini adalah sunnah orang yg berjuang dijalan ini, jalan yg sangat indah nan nikmat.

Dan akan lebih indah lagi kita berjuang dalam satu barisan, karena itu akan membuat kita lebih kuat dengan berbagai ombak yg datang silih berganti. Dan dalam satu barisan itu pula kita dapat menggantikan kata “Lelah” menjadi kata “Semangat dan Bahagia”.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yg berperang di jalan-Nya dalam barisan yg teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yg tersusun kokoh”(QS.As-Saff:4)

Teringat dengan kalimat ini “Nanti saja kita berhenti berjuangnya, kalau kaki kita sudah menginjakkan Surga-Nya kelak, sekarang tugas kita adalah belajar, berjuang dan berjuang. Berjuang tiada habisnya”. Kalimat ini seperti menampar diri ku, ini adalah pengingatku untuk tetap terus beristiqomah dijalan yg telah ku pilih ini. meskipun aku baru mengerti ujungnya jalan ini, namun itu tak membuat ku ingin lari dari jalan yg indah ini, Insya Allah. dan semoga Allah SWT tetapkan hati kita selalu untuk berada di jalan dakwah ini, untuk senantiasa berusaha beristiqomah selalu kepada-Nya dan selalu memperbaiki diri kita. Aamiin...

“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yg bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yg lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yg duduk. Lalu Allah swt akan mengganti mereka dengan generasi lain yg lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini”
(Imam As Syahid Hasan Al Banna)
 
Beristiqamahlah selalu atas dasar Ukhuwah Islamiyah dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Lanjutkan terus perjuangan, sebagaimana kita melanjutkan perjuangan ini dari orang-orang sebelum kita. Bersabarlah dengan berbagai rintangan serta ujian yg dihadapi, Innallaaha ma’ash shaabiriin.

Semoga Manfaat, dan tetap terus saling mengingatkan dalam kebaikan ya saudara seimanku. Maaf kan jika diriku sering mengeluh dalam perjuangan ini, sungguh aku hanya hamba-Nya yg dhaif ^^




Wallahu'alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...