Langsung ke konten utama

Februari penuh makna bagi mereka :D

1 Februari, sembilan belas tahun lalu seorang bayi perempuan lahir ke dunia ini. lahir untuk menatap indahnya dunia. Lahir untuk membahagiakan orang-orang disekitarnya. Dan kini, sembilan belas tahun lalu telah dilewati karena ia telah tumbuh dan berkembang layaknya manusia lainnya. Tumbuh menjadi sosok pribadi yang cantik, pintar serta tangguh. Disusul kembali tanggal 14 Februari sembilan belas tahun lalu, seorang bayi perempuan pula lahir ke dunia yang terang setelah lama dalam dunia kandungan selama 9 bulan. Kini, ia telah tumbuh dewasa menjadi sosok yang pintar, cantik, serta kuat dalam menghadapi berbagai makar dibumi ini.

Kini, mereka telah hadir dalam hidupku. hadir dalam bingkai kehidupan yang indah, hadir dalam cita-cita yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama yaitu Robbnya. Hadir karena telah dipertemukan oleh Allah dengan skenario yang indah. Hadir karena ikatan iman dalam tujuan yang sama.

19 tahun sudah mereka mengarungi hidup yang indah ini, yang artinya menandakan bahwa mereka telah tumbuh menjadi sosok yang sudah cukup dewasa. Sosok yang sudah dapat membedakan yang baik dan yang buruk, dapat membedakan antara terang dan gelap, antara mewarnai ataupun diwarnai. Mereka tumbuh dengan penuh keyakinan akan harapan dan cita-cita dalam diri untuk sebuah kehidupan bangsa yang menjadi lebih baik lagi serta tak lupa cita akan agamanya untuk mencapai kata “kebermaknaan hidup yang dapat menjadi sebuah kebermanfaatan yang mengundang keberkahan dalam hidupnya”.

Teringat dengan lirik lagu ini :

Sepotong Episode (masa lalu)

Album : Sepotong Episode
Munsyid : Edcoustic
http://liriknasyid.com

sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
saat kulihat surau (baca: angkot 06 biru) itu
menyibak lembaran masa yang indah
bersama sahabatku

reff:
sepotong episode masa lalu aku
episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu
merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau (baca : angkot 06 biru) itu menyimpan kisah
kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan
bersama mencari cahayamu


Sungguh indah, jika mengenang pertemuan kita yang unik itu. bertemu didalam angkot biru yang membuahkan hasil persahabatan tali ukhuwah kita hingga saat ini dan hingga Jannah-Nya kelak, Insya Allah.

Pada akhirnya aku ingin menyampaikan sesuatu pada mereka :D


“Selamat Milad, Barakallahu Fii Umrik. Uhibbukifillah” :) :D
“Selamat Milad Indah Puspita dan Haryati Widyastuti” :p   
 (Haryati Widyastuti *1Februari*) :) 
(Indah Puspita *14Februari*) :)


Tetaplah menjadi sosok pribadi kalian yang apa adanya. Eh tapi, kalo berubah menjadi lebih baik gapapa deh, malah harus wajib dan kudu (hehe). Selamat menempuh kehidupan yang indah dalam sisa kehidupan dirimu, selamat merajut makna kehidupan, selamat dan semangat dalam beramal di sisa jatah hidupmu kini. Semoga dan semoga *do’a dirahasiakan* (hehe) :D

Semoga Allah selalu jaga diri kalian selalu, jauh-jauh dan jauh dari penjagaan diriku. karena Allah lah sebaik-baik penjagaan-Nya. Semoga Allah selalu mengusap lembut hatimu dengan karunia iman yang terus berkobar dalam dirimu. Ku kirim do’a suciku kepada Robbku, untuk dirimu selalu saudari-saudari ku. :)

Uhibbukifillah ... aku sayang kalian... sangat ... :D

*maaf belum bisa kasih apa-apa* hehe :p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...