Langsung ke konten utama

Titik-titik mimpi ...


Karena mungkin ini suatu proses yang pasti kan terjadi
proses yang kan membuat diri menjadi lebih semakin dewasa lagi
Realita kehidupan, mendewasakan diri
Mungkin ini sebuah keharusan yang meski harus dilewati
Untuk menuju sebuah kepastian yang kan terjadi, kedewasaan diri

Dan pada akhirnya mereka yang tengah berjuang
Pasti kan menemukan titik keberhasilan pada diri
Karena memang suatu hal yang pasti
Bahwa proses perjuangan berbanding lurus dengan keberhasilan diri

Merangkai titik-titik mimpi
Menjadi sebuah garis mimpi yang pasti
Garis yang menjadi suatu jalan yang kan dinikmati
Untuk menemukaan titik temu keberhasilan diri dan negeri serta agama ini

Jadilah saja dirimu sendiri
Saat melintasi dan menikmati garis lurus mimpi
Yang telah di rangkai dengan indah nan pasti
Agar kau dapat merasakan proses perjuangan yang kan menemani
Di garis lurus mimpi yang telah di rangkai indah ini

Bolehlah sesekali menengok ke arah belakang diri
Agar kau dapatkan sebuah arti pembelajaran kehidupan ini
Tataplah arah depan dengan wajah berseri
Dengan kepercayaan diri yang mengisi hari dan hati

Tapi tetaplah ingat satu hal yang pasti
Bahwa ada Dzat Yang Satu, Yang Maha Mengetahui
Yang terbaik untuk seorang diri, hamba-Nya ini
Ingatlah selalu wahai diri, bahwa keberhasilan tak kan didapati
Tanpa ada pengorbanan dan perjuangan yang dilewati

Bolehlah percaya diri melewati serta menikmati garis lurus mimpi
Tapi satu yang tak boleh terlewati
Bahwa keberhasilan haruslah diminta pada Dzat Yang Memiliki Kuasa
Dibumi ini ...

Temukanlah jati diri pada diri sendiri
Temukanlah titik temu untuk mimpi diri sendiri, negeri serta agama ini
Rangkailah dan tulislah dengan kepercayaan diri
Jangan pernah lupa tuk serahkan penghapusnya kepada Ilahi Robbi
Agar Ia mengganti suatu yang salah dari mimpi ini
Dan diganti dengan suatu yang terbaik untuk mu, hamba-Nya ini

Percayalah wahai diri, bahwa Ilahi Robbi
Selalu menemani setiap langkah diri ini
Tanamkanlah dalam hati, keikhlasan dan kesabaran selalu teriringi
Dalam proses keberhasilan dan perjuangan diri
Ingatlah selalu wahai raga dan hati ...
Bahwa berjuang memang pahit karena Surga-Nya itu manis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...