Langsung ke konten utama

K3 dan Hati


Entah mengapa saya begitu bangga pada  mereka yang senantiasa berusaha menjalankan pekerjaannya dengan rasa cinta dan ikhlas dalam kerja-kerjanya. Terbukti ketika mereka mematuhi segala peraturan yang ada yang terkadang pun membuat mereka bosan untuk melakukannya, untuk menjalaninya yang padahal peraturan itu sendiri diperuntukkan untuk kebaikan dirinya juga (sebenarnya). Walau dapat dikatakan saya ini adalah anak yang baru banget dapat ilmu mengenai ‘Dasar K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)’, tapi saya begitu bahagia saat mendapatkan mata kuliah ini. Ditambah saya pernah nonton ditelevisi mengenai penerapan SOP K3 (Standar Operasional Prosedur Kesehatan Keselamatan Kerja) yang diterapkan di salah satu negera maju saat ini yaitu Jepang. Dan kalo dibanding-banding dengan negara kita rasanya sungguh tak ada apa-apanya karena memang benar negara Jepang sangaaaaat baik dalam penerapan SOP K3 dan didukung pula oleh para pekerjanya. Negara ini emang deh  ^^

Dan kecintaan saya pada K3 jatuh saat orang-orang di sekeliling saya (bahkan kakak saya sendiri) sering menceritakan kejadian demi kejadian yang terjadi di industri tempat mereka bekerja mengenai kecelakaan yang sering terjadi dan dialami oleh para pekerja yang kebanyakan disebabkan karna “human eror” yang diselidiki karna kurang taatnya pada peraturan yang telah dibuat. Dan konon katanya memang yang menjadi musuh terbesar para pekerja adalah para bagian K3 yang sering mengawasi kerja-kerja mereka hahaha

Dan saat itu juga hati saya bertekad bahwa “suatu saat nanti saya akan menjadi sahabat mereka para pekerja yang sangat membenci K3 hingga akhirnya dapat mencinta K3, dan saya jadikan mereka semua manusia-manusia yang senantiasa bekerja sesuai dengan SOP atau peraturan yang (sebenarnya) adalah untuk kebaikan diri mereka sendiri” dan tentunya juga dengan selalu memohon pertolongan dari Sang Maha Pemilik Hati yang Maha Membolak-balikkan Hati, agar selalu diberikan hati yang lapang untuk mereka dan tentunya juga saya agar senantiasa mentaati serta menjalankan peraturan-peraturan dengan seikhlas hati agar terjadi keharmonisan dalam bekerja. :))

Doa saya “kelak Indonesia pasti bisa seperti Jepang bahkan jauh lebih baik, walau saat ini masih tertatih menuju keistiqomahan dalam menjalankan peraturan yang ada. Tapi, keyakinan hati ini selalu berkobar dan membara bahwa di Indonesia pasti akan terwujud kebaikan-kebaikan dalam sistem perubahan paradigma K3 disuatu saat nanti”,  Insya Allah. Aamiin :)

Bukankah semua dapat berubah menuju arah kebaikan dan mengubah ‘kebiasaan’ buruk menjadi ‘kebiasaan’ baik hanya dengan menyentuhnya melalui hati yang tulus dan ikhlas?

Tetiba teringat dengan kalimat seorang dosen  Ketika ilmu yang Anda miliki sudah sampai pada titik akhir dan tidak dapat memberi perubahan pada masyarakat Indonesia terutama tentang kebiasaannya yang sulit untuk diubah, maka sentuhlah pada sisi kemanusiaannya, sentuh dengan hati.”  Dan yang paling penting terus selipkan doa-doa kebaikan untuk negeri ini :))



 *Titip doa terbaik kalian untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya :)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...