Langsung ke konten utama

Rindu pada Mereka




Apa yang kamu rasa ketika sedang merasa sendiri, seakan-akan tidak ada satu orangpun yang menemani?

Apa yang kamu rasa ketika hanya bisa melihat album kenangan perjalanan bersama orang-orang yang (katanya) kamu cinta karna Allah?

Apa perasaanmu ketika rindumu pada mereka  orang-orang yang kamu cinta memuncak tidak menentu, sampai-sampai hanya airmata yang menjadi jawabnya?

Apa yang ada di dalam hatimu ketika melihat satu persatu orang-orang yang kamu cinta pergi atau hanya sekadar tidak memberi kabar kepadamu karna kesibukkannya yang tidak menentu?

Adakah perasaan sedih ketika dirimu dihadapkan sebuah perpisahan, dikala dirimu sedang merasakan bahagianya bertemu dengan saudara seimanmu ditengah kesibukankan itu?

Adakah perasaan rindu dikala orang-orang yang kamu cinta kini mulai nyaman dengan lingkungan barunya?

Adakah perasaan bahagia yang sangat ketika bertemu dengan mereka orang-orang yang kamu cinta itu?

Apa yang ada di dalam dadamu ketika mendengar “UKHUWAH” ?

Ya, jawabnya hanya hatimu dan Dia Dzat Sang Maha Pemilik Hati yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta apa yang ingin kamu katakan namun, dirimu malu karna takut dikatakan tidak memilki banyak teman sehingga hanya bisa bertanya-tanya sepeti itu?

Bukankah segala rasa yang menyapa mengenai UKHUWAH tidak ada yang bisa menyangkal lagi? Dan bukankah sejatinya segalanya adalah mengenai IMAN serta DOA yang menjadi pengikatnya?


Allah, aku disini hanya bisa berdoa dan memohon kepada-Mu
Jaga erat ikatan ukhuwah kami yang telah terjalin dengan indah ini
Jangan biarkan kami sibuk dengan urusan dunia kami
Hingga kami lupa akan hak saudara kami dalam doa-doa terbaik kami

Ya Rabbul Izzati ...
Jangan biarkan kami terlena oleh samar-samarnya dunia
Hingga kami dapat begitu cepat melupakan orang-orang yang kami cinta karna-Mu
Jaga hati-hati kami, agar tetap terus bertegur sapa dalam doa

Hadirkan selalu wajah mereka dikala rindu menyapa kami
Walau hanya bertegur sapa dalam doa dan ingatan
Ikatkan hati kami selalu sampai akhir nanti
Sampai kaki-kaki kami menginjakkan taman-taman syurga-Mu

Dan aku pun menyadari bahwa pada dasarnya memang manusia akan kembali sendiri, benar-benar sendiri. Hanya Allah Yang Maha Setia dan Maha Mengerti kondisi Hamba-Nya yang tidak akan pernah sedikitpun meninggalkan Hamba-Nya yang sendiri. Dan bukankah terlalu lama bersandar pada manusia akan membuat diri semakin lemah tak berdaya dan tak menentu arah? Sungguh, hanya Allah Dzat Yang Maha Mengetahui segala isi hati ...


#Tetiba dirundung rindu yang sangat mendalam dengan mereka yang aku cinta karna Allah
Semoga Allah selalu jaga diri mereka dimanapun dan dalam setiap kondisi apapun.
Dan Allah senantiasa menjaga ikatan tali persaudaraan yang berlandaskan iman ini
Hingga nanti, hingga kami bertemu di Jannah-Nya.
Aamiin Allahumma Aamiin ...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...