Langsung ke konten utama

Tempat Menyelamatkan Mimpi


Telah menjadi hal yang wajar jika seseorang yang sudah berkeluarga ataupun yang belum berkeluarga jika ditanya “ingin pergi kemana setelah jam kerja selesai nanti?” jawabnya adalah “Pulang ke RUMAH”. Sudah menjadi hal yang wajar ketika waktu liburan datang  jika bertanya pada mahasiswa perantau  ingin berlibur kemana jawabnya adalah “RUMAH”. Banyak diantara kita jika ditanya hal apa yang paling dirindu ketika jauh dari tempat tinggal aslinya adalah “RUMAH”.


Ya, Rumah bagi saya bukan hanya tempat yang biasa-biasa saja. bukan hanya tempat untuk tidur, dan berkumpul bersama dengan keluarga. Namun, rumah bagi saya adalah tempat berbagi rasa, tempat melepaskan segala penat yang ada, dan yang paling terpenting bagi saya adalah rumah itu tempat menyelamatkan mimpi-mimpi yang telah saya rangkai dengan indah.

Di rumahlah saya menceritakan segala kegundahan tentang hiruk-pikuknya kehidupan dunia pada Ibu, Bapak serta Adik dan Kakak. Meminta berbagai masukan dan kritikan agar dapat lebih baik lagi dalam melangkah dengan menapaki kehidupan ini. Tempat yang paling nyaman untuk mengistirahatkan tubuh, tempat yang teramat nikmat untuk bertemu dengan Allah saat malam-Nya yang indah tiba, tempat saya berbagi ilmu dengan anak-anak tetangga jika kesulitan dalam mengerjakan tugas rumahnya, tempat ... ah terlalu banyak makna dari kata “RUMAH”. :)

Mengapa Rumah saya namankan tempat menyelamatkan mimpi? Karena di rumahlah saya menuliskan mimpi, merenungi strategi, menuliskan proposal kehidupan, dan banyak hal lainnya terkait dengan mimpi-mimpi. “Di tengah kemewahan dan istana-istana, ke mana pun kita mengembara, sekalipun amat sederhana, tidak ada tempat yang lebih indah daripada rumah kita sendiri (Home Sweet Home)”. - John Howard Payne :)
 
Sepakat sama lagunya Indonesian Voice yang judulnya “Rumah Kita” :)

Indonesian Voice “Rumah Kita”

Hanya bilik bambu...
Tempat tinggal kita
Tanpa hiasan...tanpa lukisan
Beratap jerami
beralaskan tanah
Namun semua itu punya kita
Memang semua ini milik kita
sendiri...

Hanya alang-alang ?
Pagar rumah kita
Tanpa anyelir tanpa melati
Hanya bunga bakung
tumbuh dihalaman
Namun semua itu punya kita
Memang semua ini milik kita
Sendiri?

Reff :
Lebih baik disini
Rumah kita sendiri
Segala nikmat dan
anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita?

Haruskah kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya?

 #Karna mau sesederhana atau semewah apapun tetaplah Rumahku Surgaku ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...