Langsung ke konten utama

Belajar dari Kisah Para Terdahulu


gambar diambil dari sini


“Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah !

Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya.

Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita yang belum ada apa-apa nya ini. Faaghfirlii Ya Rabb :(

Teringat dengan kisah keluarga Yasir yang mendapatkan siksaan dari orang-orang kafir. Sumayyah istri Yasir disiksa dengan kejamnya dan ‘Ammar bin Yasir anaknya juga mendapatkan siksaan yang tak kalah keji oleh orang-orang kafir. ‘Ammar bin Yasir disiksa mulai dari siksaan dengan api, penyaliban, dan ditelentangkan di pasir panas lalu ditindih batu besar yang sangat panas, sampai dibenamkan ke dalam air hingga ia tidak bisa bernapas. Ya, karna ruh nya telah meraih kemenangan iman kepada Allah, maka ‘Ammar menghadapi siksaan itu dengan tabah hingga orang-orang kafir itu kelelahan dan merasa kecil di hadapan ‘Ammar.

Allahu Akbar ...

Mush’ab bin Umair, seorang remaja Quraisy paling menonjol, paling tampan dan paling bersemangat. Siapa yang menyangka pemuda yang dilahirkan dan dibesarkan dalam limpahan kenikmatan, serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja serta dielu-elukan ini akan berubah menjadi tokoh dalam keimanan dan perjuangan demi membela Islam? Dahulu, tiada yang dapat menandingi Mush’ab dalam mendapatkan kesenangan dari orangtuanya. Namun saat masuk Islam pemuda tampan dan cerdas ini, kini hanya mengenakan pakaian sangat kasar, sehari makan dan beberapa hari rela manahan lapar. Ya, karna jiwanya yang telah dihiasi akidah dan cinta pada Ilahi, maka semua ia tinggalkan kehidupan yang mewah itu untuk keislamannya, demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW yang dalam risalah perjalanannya menyampaikan seruan Islampun penuh dengan rintangan dan tantangan dari musuh-musuh Allah. Dicaci, dimaki, diludahi, dilempari kotoran hewan atau bahkan hampir dibunuh. Itu semua dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Dan Itu semua adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan untuk Islam, agama Allah yang hakiki.  Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb dalam dakwahnya di Mesir hingga mereka dipenjara. Penguhulu para wanita Khadijah binti Khuwalid yang berjuang dengan harta dan jiwanya.

Perjuangan mereka yang tak pernah kenal kata lelah. Satuhal yang pasti mereka meyakini akan janji Allah bahwa surga-Nya itu memang membutuhkan perjuangan untuk meraihnya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imran : 142)

Terkadang, kita lupa bahwa Allah tidak akan membebani Hamba-Nya diluar batas kemampuan Hamba-Nya tersebut, karna Allah tahu kadar kemampuan kita. Masalah yang hanya sedikit seringkali kita jadikan besar karna ketidaksabaran kita dalam menyelesaikannya. Mungkin  lelah dalam menyeru karna objek dakwah tak kunjung berubah, lelah karna setiap agenda dakwah yang hadir selalu sedikit ataupun tidak mendapatkan amanah yang sesuai dengan keinginan juga bisa menjadi alasan mengapa banyak ikhwah yang mundur dari jalan panjang ini?

Jika berkaca pada orang-orang terdahulu dalam mempertahankan kejayaan Islam, mempertahankan keimanannya, kita sangatlah tidak ada apa-apanya dibanding dengan mereka. Saat ini, akses dakwah sangat mudah. Allah karuniakan kemudahan untuk para pendakwah masa kini. Adanya kendaraan, teknologi yang cangkih dan lainnya. Dahulu, Rasulullah gunakan unta untuk perjalanan safari dakwahnya, kini? Kendaraan telah tersedia untuk menemani dan memudahkan dalam perjalanan dakwah kita.

Dan jika masih kurang merasuk hingga ke relung hati tentang perjuangan mereka, maka saya selalu bertanya dalam hati tentang kisah Nabi Nuh as “Apa yang membuatnya terus menyeru manusia kepada Robb-nya 950 tahun lamanya, padahal ia tahu tidak banyak kaumnya yang akan mengikutinya?

Maka benar apa yang dikatakan oleh seseorang ini Ingatlah.. Ini bukan zaman abrahah, bukan pula zamannya fir'aun, yang mukjizat-Nya bisa datang begitu saja. Rumusnya bagi umat akhir zaman ini adalah “Siapa menolong Allah, Allah kan menolongnya & teguhkan kedudukannya” (QS. Muhammad: 7). Juga “tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali ia mengubah dirinya sendiri”.

“Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain” (Ibnu Mas’ud ra)

Benar, jika kita dapat belajar dari kisah para terdahulu maka semangat itu akan kembali bangkit dan terus bangkit, karna perjuangan kita saat ini belum ada apa-apanya dibanding mereka para terdahulu. Proses dakwah itu panjang, mungkin saja hasilnya itu dapat dinikmati ketika kita telah tiada nanti. Yang jelas, kita harus terus ikut dalam kontribusi dakwah ini hingga kaki-kaki kita menginjakkan taman-taman Surga-Nya. ingat saja dengan Rasulullah, karna kesabaran serta keikhlasan dakwah beliau lah kita dapat merasakan kenyamanan dalam berislam, membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini. ya, walau Rasul telah tiada, tapi proses dan hasil dakwahnya dapat kita rasakan hingga saat ini.

Di jalan dakwah ini juga kita sebagai makhluk-Nya yang tidak sempurna, sangat memerlukan saudara seperjuangan untuk mengarungi jalan panjang ini dengan bersama-sama. Lihat saja betapa setianya para sahabat yang selalu senantiasa mendampingi Rasulullah dalam berdakwah. Karna memang sangat dibutuhkan sosok saudara dalam dakwah ini. Untuk selalu menguatkan dikala lemah, menghibur dikala duka, menyeka airmata dikala saudara seperjuangan merasakan kesedihan, mengingatkan akan Allah jika kita menatap wajahnya. Ya, karena memang dakwah juga menuntut ukhuwah yang kuat untuk bisa tetap teguh berjuang.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu..

Maka kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar..

Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu, matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu..

Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..

Jadikan perjalanan hidup mereka para terdahulu kami sebaik-baik pelajaran untuk kami tetap istiqomah di jalan ini

Tolong kuatkan kami, Ya Allah. Untuk bisa mengejar amaliah mereka.
Allah, istiqomahkan kami.
Ya Robbi bimbinglah kami.

 Aamiin Allahumma Aamiin ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...