Langsung ke konten utama

Ukhuwah dalam Doa



Ada rasa yang bergejolak di dalam dada
Ada rasa yang tak bisa diungkap oleh kata-kata
Ada kerinduan yang tak terperi untuk disampaikan segera
Ada hati yang menyimpan nama di dalamnya

Ada jiwa yang menggebu kala menyampaikan rindu lewat doa
Ada wajah yang berseri ketika mengingatnya
Ada ingatan yang kuat kala kenangan itu berkunjung dipikirannya
Ada sujud panjang dalam sholat tuk sampaikan doa terbaiknya

Dan ada pertanyaan yang selalu membayangi dalam pikiran
“apakah ini yang disebut Ukhuwah?”

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan ukhuwah. Ada rindu yang disampaikan lewat doa, memastikan bahwa saudara tercintanya tetap dalam perlindungan-Nya.

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan Ukhuwah. Dalam sujud terindahnya ia tak pernah lupa tuk sampaikan pada Robb-nya bahwa ia menitipkan saudaranya kepada-Nya.

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan ukhuwah. Ada wajah yang berseri ketika melihatnya hanya dalam bayang-bayang bingkai kenangan indah yang pernah dilakukannya.

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan ukhuwah. Ada hati yang menyimpan sebaris nama di dalamnya. Nama saudara2 seperjuangannya yang tak pernah luput dari doanya.

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan ukhuwah. Selalu menanti kabar terbaik dari saudaranya, selalu rindu kala tak berjumpa, selalu ingatkan Allah kala memandang wajahnya.

Untuk kalian yang disana, saudara seperjuangan. Mungkin inilah yang disebut dengan Ukhuwah. Ukhuwah yang tak mengenal kata letih dalam mengingatkan kebaikan, menguatkan kala lemah dan menemani dalam perjalanan indah nan mulia

Ya, mungkin inilah yang disebut ukhuwah.

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Imam Al Gazhali Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.

Dan Rasulullahpun berikan berita gembira dalam sabdanya “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim).

Ini juga yang dikatakan Salim A Fillah dalam dekapan ukhuwahnya "Mereka mungkin tak pernah berjumpa, terpisah oleh ruang dan massa. Tapi mereka bersatu dalam doa. Dalam iman. Dalam persaudaraan akbar yang melintasi gurun, kutub, lautan, hutan, dan zaman."


#Sejumput kerinduan pada saudara seimannya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...