Langsung ke konten utama

Kisah Klasik Kesehatan Lingkungan


“Kelopak bunga airmata pun terus menetes, dengan indahnya sejumlah  dengan kenangan yang ada” (JKT 48 – Sakura No Hanabiratachi)

Kemarin, puncak dari tetes airmata ini mengalir. Acara perpisahan yang kita sebut “VALUE” itu menjadi kisah klasik kita. Tak ingin menangis, namun apadaya. Aku memang hanyalah seorang manusia pada biasanya yang ketika dihadapkan dengan suatu perpisahan selalu muncul keharuan luar biasa.

Disini, kita pernah bertemu. Di kampus tercinta, di sudut gedung tua berwarna ungu itu. Masuk sebagai mahasiswa baru tahun 2012. Mungkin banyak dari kita yang awalnya tak menyangka melanjutkan tingkatan belajarnya di kampus itu. Yang awalnya mimpi masuk di kampus idaman, tapi entah mengapa masuk ke dalam lingkaran ungu itu. Lingkaran yang sekarang dipenuhi oleh cinta di dalamnya. Mungkin ini memang salah satu takdir terindah dari-Nya, menyelipkan diri kita di kampus itu untuk merajut asa menggapai cita untuk kebaikan dimasa depannya, untuk merenda kenangan manis dimasa depan, bahwa kita pernah bertemu di kampus tercinta itu.

Andai ini ujian bahwa perpisahan harus terus terjadi. Maka ikhlaskanlah. Karna memang sudah semestinya terjadi, ketika memilih untuk bertemu maka harus siap untuk berpisah sekalipun itu dengan orang terkasih kita.

Betapa pilunya kita menghadapi perpisahan ini. D3 lebih dulu meninggalkan kampus itu, sedangkan D4 masih harus berjuang sampai tahun depan sebab memang itu sebuah pilihannya. Sering bertanya dalam hati, mengapa harus dipertemukan walau pada akhirnya kita nantinya akan terpisahkan?

Namun, seiring berjalannya waktu. Kini aku mengerti bahwa memang Allah inginkan kita tumbuh bersama di kampus itu. Merangkai kisah demi kisah, menjadi sebuah cerita yang kan di kenang dan diceritakan dimasa depan dengan indahnya ketika kita berjumpa. Bercerita bahwa kita pernah bertemu, bahwa kita pernah membuat kenangan bersama.

Pahit, manis, tawa, sedih, tangis, bahagia, duka, senang, sulit, mudah, benci, cinta, sayang, rindu dan kebersamaan kini telah terlewati dengan indah selama tiga tahun lamanya. Ketika dijalankan bersama semua terasa ringan adanya. Tak perlu kebohongan untuk mengungkap itu semua yang terjadi, memang jujur adanya. Kebencian menjadi cinta, pahit dilewati bersama menjadi manis adanya diakhir kisah, sedih dan tangis menjadi tawa bahagia, sulit menjadi mudah. Kenangan indah bersama kalian sungguh tak terlupakan.

Diakhir perjalanan kita mendapatkan sebuah hadiah terindah hasil yang membanggakan, bahkan lebih bangga, entah apa namanya. Kampus itu mendapat akreditasi “A” dari BAN-PT maupun masih dari Kemenkes. Ini sebuah  kebersyukuran yang luar biasa. Kerja keras para dosen, staf dan karyawan, dan seluruh civitas akademika jurusan kesehatan lingkungan yang telah menjadi keluarga hebat ini menjadi harga yang tak bisa ternilaikan mahalnya. Kebahagiaan ini membuncah ketika para dosen, staf dan karyawan memberikan tampilan pada acara perpisahan kita. Mereka tampil dengan lugu adanya, tanpa dibuat-buat untuk kita semua. Mereka dengan kesederhanaannya, sungguh membuat kita terpukau. Mereka dengan kesibukannya masih saja memikirkan kita, mencinta kita dan menghaturkan doanya untuk kita anak didiknya.

tampilan para dosen yang menyita perhatian :)


Sinar mentari pagi ini, sungguh indah. Menandakan perjalanan ini akan segera dimulai. Mengarungi tajamnya kehidupan yang sesungguhnya, tanda kedewasaan didepan matamu akan segera didapatkan. Ketika harapan-harapan oranglain tiba pada diri kita. Maka kuatkanlah pundak kita. Tangan, pikiran dan jiwa kita harus menjadi saksi kedewasaan diri kita.
Percayalah, hari-hari itu akan selalu aku rindukan. Walau pahit adanya hanya bisa mengenang tanpa bisa berbuat apa-apa.

TE-RI-MA-KA-SIH untuk dosen-dosen kami tercinta, staf dan karyawan yang sudah senantiasa ikhlas serta sabar dalam membersamai kami selama ini. Terimakasih sudah menjadi bagian indah dalam hidup kami. Terhatur doa lembut untukmu, Bu, Pak semoga Allah makin kuatkan pundak-pundak Ibu Bapak dosen semua, semoga Allah selalu jaga Ibu Bapak Dosen semua, maafkan kami yang terlalu nakal ini. Titip doa terbaiknya untuk kami yang kan mengejar matahari sesuai dengan persembahan tampilan Ibu Bapak dosen saat perpisahan kemarin :D

TE-RI-MA-KA-SIH untuk teman-teman seperjuangan jurusan kesehatan lingkungan angkatan 2012, entah kata apa yang bisa mengungkapkan bahagianya diri ini bisa tumbuh dan berkembang bersama kalian. Teruslah berjuang, jangan pernah lelah. Teruslah mengabdi pada sekelilingmu. Jadilah bermanfaat, terus tumbuh dan berkembanglah kalian. Teruntuk D4 teruslah bersemangat, semaikan kebaikan untuk kampus tercinta mewakili D3 :)


Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih sudah bersedia merangkai kisah bersama.

Jika syukur memiliki derajat lebih tinggi dari cinta, maka aku bersyukur terlahir dari rahim Poltekkes Kemenkes Jakarta II jurusan Kesehatan Lingkungan. I’M PROUD OF YOU !!!!!

Sampai jumpa dipuncak keberhasilan bersama kita, sampai jumpai diindahnya kita bernostalgia !! :)

Semoga Allah meridhai persabahatan dan perpisahan ini :)

kelas A tercinta, kelas 3 tahun bersama :)

Angkatan 2012 :)


Jakarta | 28 Agustus 2015

Komentar

  1. Terimakasih Ananda Widayani atas ungkapan hatimu yang indah melalui rajutan kata rangkaian cerita Kisah Klasik Kesehatan Lingkungan. Tulisanmu mengharukan dan menyejukkan serta membanggakan bagi Bapak khususnya dan tentu bagi para dosen dan staf Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Bapak tahu bahwa anak-anak atau mahasiswa kesehatan lingkungan umumnya cerdas dan mempunyai berbagai bakat istimewa dibidang seni, OR dan sains. Namun berbagai keterbatasan sarana dan prasarana kampus kita, membuat anak-anak tidak semuanya bisa mengembangkangkan bakatnya secara optimal.Meskipun kami Dosen dan staf telah berusaha maksimal menjalankan program kurikuler dan ko-kurikuler yang ada. Alhamdulillah Ananda Widayani dapat memanfaatkan media yang ada untuk menyalurkan bakat menulismu yang ada, mudah-mudahan yang lainnya akan mengikuti langkahmu. Percayalah bahwa emas meskipun didalam lumpur, suatu saat akan muncul kepermukaan bumi sesuai dengan kodrat yang sudah ditentukan-Nya. Tegapkan langkahmu, selamat berjuang untuk meraih masa depan yang gemilang. Kami semua selalu berdoa dan siap mendukung kemajuanmu, Kampus Kesling Hang Jebat tetap terbuka untuk kedatangan semua alumni kesling jika memerlukan diskusi keilmuan kesling. Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, Masyaa Allah Pak Mukhlis. terimakasih untuk semuanya yaa, Pak :)
      menulis merupakan salah satu hobi saya, Pak. jadi sebisa mungkin saya tuangkan dalam blog ini, agar saya tidak lupa. kesehatan lingkungan dalam kekurangannya mempunyai sejuta kelebihan untuk masyarakat Pak, kesehatan lingkungan hadir untuk obat masyarakat, Pak. sebisa mungkin kami ingin menjadi obat bagi masyarakat terlepas dari segala kekurangan yang ada di jurusan kita hehe
      tapi, apapun segala kekurangan yang ada kita memang harus tetap mencari diluar agar bisa menutupi segala kekurangan yang ada. terimakasih ya, Pak untuk setiap doa yang terhatur :)

      Hapus
  2. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...