Langsung ke konten utama

Kisah disetiap Episode Kehidupan




Dimulai dengan sebuah tanya. Adakah setiap kita insan manusia di dunia ini yang Allah ciptakan terbebas dari ujian kehidupan? Jawabnya sudah pasti tidak ada. Bahkan manusia pertama yang Allah ciptakan seperti Nabi Adam pun Allah uji keimanannya lalu berdampak pada turunnya ia ke dunia. Nabi terakhir kita pun Rasulullah Muhammad SAW yang sudah Allah janjikan Syurga untuknya juga tidak terlepas dari ujian kehidupan.

Setiap kita pasti mengalami kisah episode kehidupan yang berbeda, berwarna dan selalu menghasilkan makna diakhir cerita bahkan terkadang hikmah dan maknanya muncul setelah ceritanya telah sampai diepisode ujian berikutnya.

Mulai dari usia dini pun ia telah melewati ujian epidose dalam babak kehidupannya. Ketika lahir ke dunia, ditanyalah orangtuanya kenapa anaknya begini, kenapa tidak begitu, kenapa tidak seperti si A ? Atau bahkan ketika usia nya telah bertambah semakin banyak perbandingan-perbandingannya. Kenapa anaknya belum bisa ini, harusnya kan usia segini udah bisa ini. Atau bahkan terkadang tanpa sadar lisan kita telah melukai hati orangtuanya yang kita tidak tahu perjuangannya sejauh yang mereka bisa.

Ketika usia sekolah muncullah pertanyaan tentang prestasi, ketika telah kuliah akan muncul kenapa ambil jurusan itu, lalu kapan lulusnya?

Ketika telah lulus kuliahnya ditanyalah kenapa belum bekerja? Atau kerjanya kok ga sesuai sama jurusannya? Atau ada yang sudah bekerja lalu Allah hadirkan ujian ditempat kerjanya dengan pimpinannya, atau dengan rekan kerjanya dan lain sebagainya.

Ketika usia telah sampai batas waktu yang orang-orang kenal sebagai Quarter Life Crisis  akan muncul banyak pertanyaan kembali. Kapan menikah? Kok belum nikah-nikah sih? Kamu sih terlalu milih-milih. Atau seakan dia adalah sang yang paling tahu dan paling punya jawaban-jawaban atas pernyataan-pernyataannya.

Ketika telah menikah akan muncul babak ujian berikutnya, tentang pasangan, tentang mertua, tentang anak dan lainnya. Ada yang sudah menikah beberapa tahun namun, belum dikaruniai anak oleh Allah, ada yang menikah langsung dikaruniai anak oleh Allah. Ada yang rumahtangganya terlihat oleh kasat mata oranglain adem ayem aja padahal didalamnya mereka sedang berjuang mempertahankan rumahtangganya. Ada yang rezekinya lancar setelah menikah namun oleh Allah diuji hubungannya dengan orangtua ataupun mertuanya.

Begitulah kehidupan. Tidak ada satu part episode pun yang terlewat oleh ujian. Bukankah dunia ini memang tempatnya ujian?

Malah justru kita harus khawatir ketika kita merasa aman, nyaman tidak mendapati ujian apapun ketika menjalani kehidupan ini. Semisal pernah ga dihadapkan oleh seseorang yang menurut kita dia kok lancar-lancar aja ya hidupnya, padahal ga sholat tapi rezekinya lancar terus atau setiap urusannya mulus terus?

Jangan. Jangan sampai kita iri terhadap mereka yang terus melakukan maksiat kepada Allah namun terus Allah beri nikmat dunia. Sebab bisa jadi itu juga ujian dari Allah yang disebut dengan Istidraj, seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits.

”Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari perkara dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa hal itu adalah istidraj dari Allah” (HR. Ahmad)

Istidraj merupakan bentuk pembiaran yang dilakukan Allah pada hamba-Nya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah-Nya dan Allah menunda segala bentuk azab-Nya. Naudzubillah, semoga kita terhindar dari segala bentuk Istidraj ini.

 

Setiap episode kehidupan pasti akan selalu kita temui ujiannya. Namun percayalah ujian hadir pasti ada jalan keluarnya, jalan penyelesaiannya. Sebab ujian kesulitan selalu berdampingan dengan kemudahan. Dua kali Allah sampaikan. Bersama kesulitan ada kemudahan.

Lalu bagaimana kita menghadapi ujian itulah tentang bagaimana kita mengekspresikan iman kita? Tentang menjaga perasaan oranglain lebih penting daripada kita bertanya ingin tahu jawaban yang ditanya. tentang lebih baik memberikan solusi daripada menghakimi dengan kalimat yang seringkali dianggap wajar dalam berbicara “harusnya begini, harusnya begitu”.

Menghadapi ujian-ujian tentang mengekspresikan iman, mengimani Qada’ dan Qadarnya Allah. Sebab kadang yang ditanya pun tidak lebih tahu jawabannya dari yang bertanya, bukan? Tentang mengubah lingkaran zaman terdahulu agar tak menimbulkan luka pada yang ditanya 😊

Allah hadirkan ujian pada setiap episodenya pasti ada maksud dan tujuannya. Yang jelas Allah ingin melihat kesungguh hamba-Nya dalam menghamba kepada-Nya lewat ujian tersebut. menghadapinya dengan sabar dan syukur atau malah terus kufur mencela keadaan ujian-ujian yang hadir dihadapan?

Kata Allah jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu, bukan? Ya, cukuplah Allah sebagai penolong kita lewat sabar dan sholat kita. tetap berprasangka baik pada Allah dalam menghadapi part episode ujian kehidupan, bisa jadi Allah tunda datangnya jodoh kita tersebab dosa yang telah kita lakukan dimasa lalu, atau ada sesuatu yang kita belum lulus dibagian yang bagi Allah “kamu masih harus mengulang ujian A” maka Allah tangguhkan terlebih dahulu untuk ia bertaubat membersihkan terdahulu dosanya atau Allah beri kekuatan baru setelah lulus dari ujian A tersebut agar kelak saat memasuki gerbang rumahtangga ibadah terpanjang hadir selalu ridha dari-Nya, atau mungkin Allah ingin melatih sabar dalam penantian agar kelak sabar dan ikhlasnya telah terasah dalam berumahtangga.

Atau mungkin bagi yang telah menikah belum Allah karuniai keturunan, Allah sedang uji dengan sabar dan ikhlasnya dalam penantian dalam ikhtiar terbaiknya menjadi orangtua yang baik untuk keturunannya kelak. Begitupun seterusnya, Allah karuniakan ujian pasti ada hikmahnya ada makna tersembunyi yang terkadang kita lupa tanpa sadar bahwa itu adalah bentuk kasih sayang Allah.

Atau ujian dalam rumahtangga, ujian dengan pasangan, mertua, anak dan lainnya. Adalah ujian tentang memahami peran dalam keluarga. Sudah sejauh mana adab dan ilmu yang telah kita terapkan dalam berumahtangga.

 

Semoga Allah mampukan kita selalu untuk terus belajar melapangkan sabar, ikhlas dan syukur dalam menjalani setiap episode ujian kehidupan yang Allah hadirkan. Dan semoga kita selalu berprasangka baik pada Allah tentang apapun itu. Sebab terkadang, hikmah dari ujian-ujian yang hadir tidak selalu muncul diawal pagi, kan? Kadang setelah kita berpindah ke episode ujian berikutnya baru kita sadar maksud dan tujuan Allah adalah untuk ini atau untuk itu. Dan yang paling penting adalah percayalah bahwa ujian di dunia ini adalah untuk meringankan kita ketika kita menjejaki akhirat kelak yang kekal adanya.

 

Wallahu’alam …

 

*ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri

- 08 Agustus 2021 (21 : 27 WIB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...