Langsung ke konten utama

Stay Strong 😅


Lama tak bersua dalam lembaran blog ini, sudah dipastikan ketika menulis pasti akan ada yang disampaikan hehe ..

Pernahkah dirimu merasa penat dari pekerjaan yang sedang kamu jalani saat ini? Hehe

Rasanya akhir-akhir ini yang saya alami penat, gemuruh dalam dada sudah tak bisa terbendungkan oleh hiruk pikuk ramainya pekerjaan, sampai tiba dititik bingung ingin memulainya dari kerja2 yang mana hehe 

Tapi, bersyukur pada Allah masih diberi anugerah untuk terus dapat berjalan walau tertatih, masih terus dikuatkan pundak ini meluruskan benang kusut, masih terus bisa menghadirkan senyum saat pulang sampai di rumah untuk menjawab setiap pertanyaan rutin Ibu Bapak tentang pekerjaan dan lainnya 😁😊 *Alhamdulillah 'ala kulli hal

Semoga Allah senantiasa memberikanku anugerah untuk tetap bersujud menyembah, beribadah pada-Nya, bersyukur pada-Nya, dan senantiasa selalu dilapangkan sabarnya menghadapi setiap keadaan lika liku pekerjaan atau apapun yang terjadi semoga aku bukanlah termasuk golongan yang berputus asa dari Rahmat Allah ..

Ketika lelah menyapa selalu ku ingat apa yang disampaikan Ust. Adi Hidayat bahwa "Dunia ini tempatnya lelah, tempatnya ujian, istirahatnya nanti saja ketika kaki-kaki kita sudah sampai di Syurganya Allah" 😁

Benar, ketika jam tidur berkurang, ketika pikiran dan hati mulai ikutan tak karuan, ketika tubuh kerap kali meminta untuk diistirahatkan, namun ada banyak pekerjaan yang menanti untuk dikerjakan, maka saat itulah engkau diuji terus maju atau malah mundur untuk melemahkan tekad? Hehe

Terus membayangkan bisa jadi pekerjaanmu saat ini adalah pekerjaan yang diinginkan oranglain, maka bersyukurlah 😢


Sungguh, Allah Maha Baik atas setiap kehendak-Nya. Seringkali kita berprasangka pada diri kita sendiri kalau kita tidak mampu padahal ketika kita berdoa, berikhtiar lalu bertawakkal kepada Allah ternyata kita mampu menyelesaikannya bahkan kadang lebih dari apa yang kita bayangkan. Janji Allah itu pasti "Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuannya, bukan? 😁😊

Ah sudahlah, seringkali tulisan2ku mengandung curhatan hehe, tapi memang menulis adalah untuk keabadian. Untuk pengingat jiwa ini dikala mulai malas kembali melangkah hehe ..

Ohya jangan lupa juga bahwa hati2 manusia adalahnya milik Allah, termasuk hati pimpinan kita dalam pekerjaan atau hati siapapun itu hehe, dekap mereka dalam doa-doa terbaik kita 🤗💖

Yuklah perbaiki niat lagi, biar pekerjaannya pun ga sia-sia. Biar menjadi ibadah juga hehe *ngomong sama diri sendiri 

Akan ku tutup dengan kutipan tulisan Ka Dewi Nur Aisyah yang selalu sampai ke jiwa dan selalu pas dgn apa yg dibutuhkan hehe

"Maka menjadilah ikhlas karena-Nya. Senantiasa bersyukur akan ketetapan-Nya. Baik itu indah dirasa atau tertatih menjalaninya. Ikhlas dengan apa yang datang, apa yang hilang, ikhlas dengan apa yang menjadi beban. Karena yang terbaiklah yang selalu Ia rencanakan. Dan butuh hati yang lapang untuk memahami kebaikan di penghujung jalan"

😁😊


*Foto saat menjadi petugas panitia Asian Para Games tahun 2018, lalu tersadar tentang syukur yang harus terus diluaskan hehe *yuk stay strong✌👋🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...