Langsung ke konten utama

Postingan

Menurutmu Kami Bahagia? Harus Menutup Aurat Kami ...

Menurutmu kami bahagia? Harus menutup aurat kami ... Dalam banyaknya acara yang sering kami hadiri, kami harus menutup aurat kami. Mengenakan hijab yang menjuntai panjang, mengenakan kaos kaki, mengenakan rok ataupun gamis? Tak jarang yang melirik kami dengan sebelah mata, menyangka kami adalah sekelompok golongan tertentu? Kelompok golongan yang ekstrim dengan seluruh tubuh terbaluti oleh pakaian yang tertutup kecuali wajah dan telapak tangan kami yang dapat terlihat? Melihat banyaknya perempuan yang cantik parasnya dengan rambut yang tergerai panjang, serta halus sampai-sampai jika sisir berada dirambutnya pun akan turun karna sangking halusnya rambut yang telah dirawat dengan telatennya itu, apa kamu pikir kami tidak iri? Melihat mereka perempuan cantik yang menggunakan pakaian seadanya, yang mendapat banyak pujian dari manusia lainnya. Apa kamu pikir kami tidak iri dengan hal itu? Ketika mendapat amanah dari ibunda kami di rumah untuk ke warung saja, kami harus bers...

Hiruk Pikuk Kehidupan

gambar diambil dari sini Semburat fajar yang mulai muncul di kala subuh  sudah beberapa hari ini sepertinya malu-malu untuk menyapa indahnya dunia. Sinarnya yang indah, kini jarang sekali terlihat. Muncul dirinya yang menandakan aktivitas kehidupan merupakan alarm bahwa lembaran baru dalam hidup sudah dimulai untuk dilalui dengan menyertakan Dzat Yang Maha Pencipta selalu, disetiap gerak dan nafas. Seperti biasa kehidupan rumah diwaktu pagi, semua sibuk mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitasnya masing-masing. Ada yang membereskan buku pelajaran, memasak untuk sarapan dan bekal anak-anaknya, ada yang menonton televisi, menyiapkan perlengkapan untuk kerjanya, dan ada pula yang masih menyisihkan waktunya untu bebenah rumah sebentar sebelum berangkat kuliahnya. Menyongsong pagi berangkat kuliah dengan berjalan kaki hingga jalan raya untuk menaiki kendaraan umum menuju halte bus transjakarta yang mulai sekarang ini menjadi kendaraan langganannya untuk...

Surat Cinta Untuk (Calon) Anakku

gambar diambil dari sini Assalamu’alaykum, Duhai Anakku.  Apa kabar dirimu disana, Nak? Ini adalah surat cinta untukmu (calon) anakku, dari ibumu dalam usia menjelang 20 tahun. Sengaja ibu menuliskan surat ini biar nanti kamu ingat bahwa ibu pernah menuliskan surat untukmu. Dan sepertinya juga ibu akan mulai rajin menuliskan surat-surat cinta untukmu, agar ketika kamu ingat dengan ibu, dan kamu pun rindu dengan ibu, kamu bisa membaca kembali tulisan-tulisan ibu dan kamu selalu ingat bahwa aku pernah menuliskan surat cinta untukmu, agar surat cinta ibu ini dapat kamu simpan dan kamu ceritakan nantinya pada anak-cucumu. Anakku tahukah kamu salah satu binatang ciptaan Allah yang tercantum di dalam Al-Qur’an, pedomanmu sebagai seorang Muslim? Ya, salah satunya adalah Lebah. Kamu tahu lebah? Aku akan ceritakan tentang lebah untukmu, anakku. Pertama, seperti yang kamu tahu lebah dari dahulu hingga saat ini hanya memakan sari bunga yang manis. Sudah jalannya me...