Langsung ke konten utama

Menurutmu Kami Bahagia? Harus Menutup Aurat Kami ...




Menurutmu kami bahagia? Harus menutup aurat kami ...

Dalam banyaknya acara yang sering kami hadiri, kami harus menutup aurat kami. Mengenakan hijab yang menjuntai panjang, mengenakan kaos kaki, mengenakan rok ataupun gamis? Tak jarang yang melirik kami dengan sebelah mata, menyangka kami adalah sekelompok golongan tertentu? Kelompok golongan yang ekstrim dengan seluruh tubuh terbaluti oleh pakaian yang tertutup kecuali wajah dan telapak tangan kami yang dapat terlihat? Melihat banyaknya perempuan yang cantik parasnya dengan rambut yang tergerai panjang, serta halus sampai-sampai jika sisir berada dirambutnya pun akan turun karna sangking halusnya rambut yang telah dirawat dengan telatennya itu, apa kamu pikir kami tidak iri? Melihat mereka perempuan cantik yang menggunakan pakaian seadanya, yang mendapat banyak pujian dari manusia lainnya. Apa kamu pikir kami tidak iri dengan hal itu?

Ketika mendapat amanah dari ibunda kami di rumah untuk ke warung saja, kami harus bersegera mengenakan pakaian panjang kami, harus bersegera memakai hijab kami, belum lagi dengan repot mengenakan kaos kaki yang terkadang pula kami mengenakannya tidak sesuai dengan warna pakaian kami? Hanya untuk bersegera menunaikan amanah ibunda kami, agar tidak mengecewakan mereka? Yang tak jarang dari kami banyak pula yang diberi kritikan dari ibunda kami ataupun keluarga lainnya “sudahlah nggak usah pakai kerudung, warungnya deket rumah ini? atau lebih sering dengan kalimat ini “udah nggak usah pakai kaos kakinya, nggak keliatan ini”. menurutmu apa kami bahagia dengan semua ini?

Dalam banyaknya teman yang sering bercengkrama denganku, banyak yang mengatakan bahwa “mengenakan hijab itu panas, belum lagi entar dikata-katain orang sok suci” | “mending nggak usah pakai hijab deh gue, dari pada pakai hijab tapi kelakuan gue belum baik” | belum lagi banyak yang mencibir kami dengan hati yang lapang kami mencoba menerima “ih, kok lu mau sih pakai hijab panjang kayak gitu. Kalo gue sih males.” | “lu, mau kemana? Waktu sholat belum tiba, kenapa mukena nya udah di pakai aja?” | “lu dari golongan apa sih? Kok pakai hijabnya sampe panjang gitu, emang nggak malu?” | menurutmu kami bahagia mendapat cibiran dalam hidup kami?

Seiring berjalannya waktu dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, melihat banyaknya model pakaian yang memberikan efek keinginan untuk selalu membelinya. Melihat lebih banyaknya model pakaian yang terbuka ketimbang dengan pakaian khusus kami yang berhijab ini? | Dengan mengenakan hijab, menutup aurat kami. Terlahirlah batasan-batasan kami dalam hal interaksi dengan lawan jenis kami. Kalian pikir kami bahagia terbatasi ruang untuk berinteraksi dengan lawan jenis ketika kami mengenakan hijab? Kamu pikir kami tidak ingin seperti kalian yang dengan mudahnya bercengkrama dengan lawan jenis, tanpa harus memikirkan hijab. Menurutmu kami bahagia?

Ya, kami bahagia ! Aku bahagia sepenuhnya dan bersyukur atas segala takdir-Nya ! Kami bersyukur mendapatkan hidayah dari-Nya dengan menutup aurat kami !

Saudaraiku, kamu tahu mengapa kami mengenakan hijab yang panjang, lebar, pakaian yang longgar? Kamu tahu mengapa kami mengenakan hijab dalam keseharian kami? Apa kamu tahu jawabannya, duhai saudariku?

Duhai saudariku yang cantik akhlaknya, pernahkah dirimu mendengar perintah-Nya untuk melaksanakan sholat? Itu sama halnya dengan perintah sholat, menutup aurat adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan. Laki-laki dan perempuan. Semua wajib menutup auratnya. Tak perlu dikhawatirkan untuk laki-laki, karna yang ku tahu kebanyakan dari mereka hampir semua yang mengetahui pasti mematuhi perintah-Nya. Kini, yang harus dikhawatirkan adalah dari kaum kita sendiri, kaum hawa (perempuan), duhai saudariku.

Sedih tak terbendungkan ketika aku, dan mereka yang sudah mendapatkan hidayah-Nya melihat kamu belum mengenakan pakaian taqwa ini. Sedih tak terperi ketika melihat lekuk tubuhmu kamu umbar dengan murahnya dihadapan banyaknya manusia. Sedih selalu menghampiri ketika mata ini ingin terlelap untuk istirahat namun masih memikirkan dirimu yang masih mencoba untuk lupa akan perintah-Nya.

Bagaimana lagi aku-kami menyampaikannya kepadamu tentang semua ini adalah kewajiban untuk kita? tidak cukupkah surat cinta-Nya merasuki relung hatimu yang terdalam untuk memahami apa maksud-Nya? Apa kandungan ayatnya? Sila cek QS. Al-Ahzab ayat 59 dalam ayat tsb dijelaskan bahwa "... Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..." , jika masih ragu coba kamu lihat kembali Al-Qur’anmu  QS An-Nur ayat 31 “... dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya | dan tak berhenti dlm ayat tadi, tapi juga dalam  QS.Al A’raf: 26 dijelaskan bahwa Allah telah menurunkan pakaian taqwa utk menutupi aurat kita. cobalah kamu menengok kitab sucimu yang kamu akui sebagai pedoman kehidupanmu. Atau masih belum yakin akan perintah-Nya? Oke, akan aku berikan sesuatu kepadamu yaitu sabda Rasul-Nya, yang merupakan manusia paling berpengaruh di dunia ini. manusia yang telah dijaminkan oleh Allah untuk memasuki surga-Nya. “Hai Asma’, sesungguhnya wanita apabila telah sampai tanda kedewasaannya (haidh) tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini-beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangan”.  (HR Abu Dawud)

Duhai Saudariku, bukan maksud Allah dan Rasul-Nya memberi kekangan pada kita sebagai Muslimah dgn menutup aurat kita, bukan itu maksudnya, tapi karena Allah sangat sayang pada kita sbg Hamba-Nya agar terhindar dari sesuatu yang tdk diinginkan.

Kami Bahagia !

Inilah deklarasi kami sebagai seorang muslimah. Mencoba memenuhi panggilan-Nya, mencoba mematuhi perintah dari-Nya, Dzat Yang Maha Pencipta diriku, dirimu, dan mereka. Bukan aku sok suci mendeklarasikan diri sebagai seorang muslimah dengan mengenakan hijab panjang ini. Bukan, bukan itu maksudku. Bukan aku sok tahu sehingga aku bangga dengan menutupi hampir seluruh tubuhku kecuali wajahku dan telapak tanganku. Bukan, bukan itu maksudku. Maksud kami adalah untuk mengajakmu-para muslimah menutup auratmu, sebelum nantinya hanya penyesalan di akhir yang didapatkan.

Kami bahagia !!! Ya, Kami Bahagia mendapatkan hidayah dari-Nya, menjadi makhluk-Nya yang diberikan nikmat tiada duanya. Kami Bahagia, Kami bersyukur dapat menutup aurat kami. Kami menjaga lekuk tubuh kami dengan pakaian yang telah Allah aturkan untuk kami, kami menjaga tubuh kami dari jahatnya pandangan-pandangan liar yang tidak bertanggung jawab, kami bahagia menutupi aurat kami. Kami bahagia !!

Karena yang kami tahu adalah hidayah datangnya dengan usaha terbaik kita, maka dengan adanya usahalah hidayah itu menghampiri kita. yang islam butuhkan bukanlah perubahan diri, melainkan perubahan akhlak. Karena yang kami tahu adalah bahwa hidup adalah tentang pertanggung jawaban, yang nantinya akan dimintai keterangan untuk apa-apa yang telah dikerjakan di dunia ini. karena kami tahu bahwa janji-Nya tidak pernah ingkar pada siapa yang mematuhi perintah-Nya. Karena yang kami tahu neraka-Nya benar ada, maka kami berusaha untuk menghindarinya dengan menutup aurat kami dan senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan untuk perbekalan kami nanti, karena yang kami tahu surga-Nya memang benar ada maka kami menutupi aurat kami agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, agar kami selalu mendekat kepada-Nya, agar kami selalu ingat bahwa ada amanah besar yang harus kami tunaikan, yaitu menjadi seorang MUSLIM seutuhnya.

Duhai saudariku, itu semua bergantung pada dirimu bagaimana kamu memaknai adanya hari akhir? Bagaimana kamu memaknai adanya kehidupan yang lebih kekal lagi dari kehidupan dunia ini yang hanya sementara? Itu semua bergantung pada kamu bagaimana kamu mengekspresikan Iman-mu untuk menjalankan perintah-Nya?

Ya, semua ada pada pilihanmu. Karna hidup adalah kumpulan-kumpulan dari pilihan.

Semoga kami senantiasa Istiqomah, semoga kamu segera mendapat hidayah serta rahmat dari-Nya.
Allah, saksikanlah ini deklarasi kami sebagai Muslimah. Bimbing kami selalu, jaga selalu rahmat serta hidayah yang telah Engkau berikan kepada Kami, Hamba-Mu ini.

Ya, Kami Bahagia ! Karena menutup aurat adalah cara penjagaan Allah kepada kita !
Keep Istiqomah Until Reach Jannah, karena pandangan manusia tak kan kami hiraukan hanya karena tubuh kami yang terbaluti dengan pakaian taqwa ini :’)

Mohon dimaafkan jika banyak kesalahan ^^


12 Februari 2014, 23 :10

Komentar

  1. Subhanallah, Jazaa killah ukhti.. Tulisan nya bagus dan bermanfaat :)
    Semoga tetap istiqomah :) Semangat! ^^

    BalasHapus
  2. Inspiratif banget ukh... keep istiqomah! :D :d

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Kisah Klasik Kesehatan Lingkungan

“Kelopak bunga airmata pun terus menetes, dengan indahnya sejumlah   dengan kenangan yang ada” (JKT 48 – Sakura No Hanabiratachi) Kemarin, puncak dari tetes airmata ini mengalir. Acara perpisahan yang kita sebut “VALUE” itu menjadi kisah klasik kita. Tak ingin menangis, namun apadaya. Aku memang hanyalah seorang manusia pada biasanya yang ketika dihadapkan dengan suatu perpisahan selalu muncul keharuan luar biasa. Disini, kita pernah bertemu. Di kampus tercinta, di sudut gedung tua berwarna ungu itu. Masuk sebagai mahasiswa baru tahun 2012. Mungkin banyak dari kita yang awalnya tak menyangka melanjutkan tingkatan belajarnya di kampus itu. Yang awalnya mimpi masuk di kampus idaman, tapi entah mengapa masuk ke dalam lingkaran ungu itu. Lingkaran yang sekarang dipenuhi oleh cinta di dalamnya. Mungkin ini memang salah satu takdir terindah dari-Nya, menyelipkan diri kita di kampus itu untuk merajut asa menggapai cita untuk kebaikan dimasa depannya, untuk merenda kenangan m...

Rihlah ke Masjid Kubah Mas :)

Bismillah, semoga lancar menulis hingga cerita *edisi rihlah ke Masjid Kubah Mas* nya selesai hehe :D Jadi halaqoh saya pekan lalu itu rihlah ke Masjid Kubah Mas, Depok-Jawa Barat. Rihlah ini di inisiasikan oleh Ka Vera (kalo ndak salah) dan jadi kesepakatan teman-teman yang juga hadir saat halaqoh sepekan sebelumnya. Oke, singkat cerita kami janjian untuk pergi ke sana hari ahad jam 8 pagi di pasar rebo. Dan seperti biasa, yang sampai pertama duluan adalah kakak tercinta kami, Ka Mawaddah. Lalu disusul dengan Nadia, Saya dan setelah beberapa lama menunggu barulah tiba ka Widi dan Ka Peni. Umi dan Ka Vera ndak bisa ikutan liqo karena ada uzur syar’i Insya Allah. dan Ka Putri juga ndak bisa ikutan karna sedang nanjak ke Gunung Pangrangau. Huuueeenaknya -_- Setelah ngumpul semua, berangkatlah kami dengan menaiki angkot 19 jurusan kp.rambutan-terminal Depok. Dan sampai diterminal Depok, kami lanjut dengan angkot 03 biru, kalo ndak salah jurusan parung bingung deh. Eh ...