Bismillah,
ku bersyukur pada-Nya yang telah memberi kesempatan padaku untuk mengetik
tentang makhluk yang mulia yang Allah ciptakan dengan sempurnanya.
Ya,
kata “IBU” sangatlah indah untuk kita para perindu Illahi. Ibu adalah
makhluk-Nya yang sungguh mulia dengan peranan nya didalam maupun diluar rumah.
Kuat nan tangguh itu sudah menjadi bagian hidup darinya untuk mendidik ku,
adikku serta kakak ku. Tidak hanya kuat nan tangguh tapi juga keikhlasan dan
kesabaran yang terdapat pada dirinya. Keikhlasan dan kesabaran nya selama
mendidik ku dan saudara-saudara ku sungguh tiada terkira. Dari mengandung ku,
melahirkan ku, menyusui ku, dan mendidik ku hingga saat ini tidak lah ternilai
harga kasih sayang nya. Tidaklah dapat ku hitung berapa uang yang sudah keluar
untuk ku? Tidaklah bisa ku membayar semua nya pada nya. Sungguh dia lah sosok
makhluk-Nya yang luar biasa, yang tak pernah lelah dalam menjalankan amanah
dari Sang Pencipta. Karena ia menyadari bahwa aku dan saudara-saudara ku
adalah titipan dari-Nya yang harus di didik sesuai dengan petunjuk dari-Nya dan
sunnah untuk pelengkapnya.
Dia lah
yang mengandungku, dialah yang melahirkan ku, dialah yang memelihara ku hingga
saat ini.
“... ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan
kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”(QS.Luqman :14)
Teringat pada sebuah kisah seorang pemuda yang bertanya kepada
Rasulullah tentang siapakah
orang yang paling berhak dimuliakan dan dilayani, Rasulullah menjawab tiga
kali, “ Ibumu... Ibumu... Ibumu... lalu ayah mu.”
Subhanallah,
begitu mulia sosok Ibu. Sampai-sampai Rasulullah pun berkata kepada ibumu
sampai tiga kali setelah nya baru ayah mu.
Ialah dia
yang merawatku ketika ku sakit, ialah dia yang memberikan motivasi disaat aku
terpuruk, ialah dia yang selalu mengingatkan ku untuk selalu berbuat kebaikkan,
ialah dia yang selalu menyiapkan bekal untuk ku sekolah dan pergi kemana pun,
ialah dia yang selalu khawatir pada anak-anak nya diwaktu pergi jauh, ialah dia
yang selalu berdoa yang terbaik untuk anak-anaknya, ialah dia yang selalu
menangis jika anak nya berbuat kesalahan, ialah dia yang mengingatkan anak-anak
nya untuk sholat tepat waktu, ialah dia yang selalu senyum disaat anak-anak nya
manja pada nya.
Ialah Ibu
sosok yang sangat menyejarah dalam hidupku. Karena nya lah aku bisa seperti
ini, bisa tumbuh besar untuk menjadi apa yang ia harapkan. InsyaAllah
Tak ku
pungkiri bahwa aku belum lah berbakti kepada orang tuaku terlebih kepada ibu,
padahal Allah telah mengingatkan kita pada surat cinta-Nya ,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu-bapaknya...”(QS.Luqman:14)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka
dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS.Al-Israa’:23)
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu
kecil".(QS.Al-Israa’:24)
Semoga kita semua adalah anak-anak shaleh dan shalehah yang
dirindukan mereka, yang senantiasa berbakti pada nya dengan penuh keikhlasan
mengharap ridho Allah tentu nya. Dan ingatlah kawan Ridho orang tua adalah
ridho Allah. Dengan ketulusan hati mu yang dalam maaf kan lah anakmu ini ibu
^_^
Ibu oh ibu
Betapa ikhlas kau menyayangiku
Jiwa tulus memeliharaku tiada mengharap balasan ku
Ya Allah Tuhan ku
Bukakan lah pintu ampunan Mu
Curahilah dia dengan rahmat Mu
Dia merawatku sejak kecil ku
#Ibu-Bijak
Uhibbukifillah Ta’ala Ibuku ^_^

Komentar
Posting Komentar