Assalamu’alaikum Wr Wb
Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un,
telah berpulang ke Rahmatullah Fulan bin Fulan.
Dag, dig, dug... Detak jantung ku tak
beraturan saat mendengar pengumuman berita duka ini. Entah mengapa saat speker
masjid bersuara pengumuman seperti tadi aku langsung berhenti beraktivitas dan
diam sejenak untuk mendengar berita duka yang tak di inginkan itu.
Sudah beberapa hari ini aku di
ingatkan dengan kawan yang akan menjemput ku yaitu “KEMATIAN”. Seram memang,
tapi begitu adanya. Kematian itu memang tak kenal saat usia kita tua atau muda,
sehat atau sakit, kaya atau miskin. Tidak, karena Kematian adalah kawan
sejatinya diri ini yang akan menjemput kita disaat jadwal kontrak kita di dunia
ini sudah habis waktunya dan harus membayarnya dengan menghadap Dzat Sang Maha
Pemilik Alam Semesta ini, Ialah Allah. ya, membayarnya dengan pertanggung
jawaban kita selama hidup di dunia yang fana’ nan hina ini.
Ingat KEMATIAN pastilah ingat dengan
Bekal Kematian yang akan kita bawa dan dipertanggungjawabkan nantinya.
Mengingat-ingat pada amal-amal yang sudah ku perbuat selama aku hidup di dunia
ini sejak dilahirkan dari rahim Ibu ku hingga saat ini ku mulai beranjak dewasa
sangatlah belum cukup untuk menjadi bekal untuk diakhirat nanti. Amal kebaikan atau
malah amal keburukanlah yang telah banyak ku perbuat? Ya, karna AMAL adalah
sahabat sejati kita yang akan setia kepada kita hingga liang lahat, yang akan
menentukan kita kelak, Jannah-Nya atau Jahannam-Nya? Jika Amal kebaikan yang
kita perbuat lebih banyak pastilah Allah akan memasukkan kita kedalam
Jannah-Nya melalui Rahmat-Nya. Dan itulah yang ku harapkan, bahwa setiap aktivitas
yang ku jalani terdapat Ridho dari-Nya dan kebaikan yang bernilai ibadah
pada-Nya.
Lantas bekal apa yang harus kita bawa
kelak jika kematian telah datang dan kita dimintai pertanggung jawaban?
Berpikir sejenak,.. Amal Sholeh lah jawabannya. Dengan amal sholeh lah kita
berteman hingga liang lahat nanti, amal sholeh lah yang akan menemani kita
menghadap Sang Kholiq. Berbuat kebaikan, ber ammar ma’ruf nahi munkar, dan
senantiasa Istiqomah dijalan-Nya itulah bekal yang akan kita bawa kelak saat
kematian datang menyapa. Kalo kata teman saya istiqomah tak hanya sekadar
konstan. Istiqomah itu adalah konstan, namun juga terjadi peningkatan. Jika
telah konsisten solat di masjid, maka harus ada peningkatan kualitas solat itu
sendiri; tak pernah masbuk, sunnah-sunnah dalam solat diperbanyak, dan kualitas-kualitas
yg lain dalam solat. Jika telah konsisten dengan jilbab, maka harus ada
peningkatan kualitas diri; akhlak makin tertata, jilbab semakin syar'i dan
kualitas-kualitas lain. Itulah istiqomah.
http://www.mhilmana.blogspot.com/2012/11/kapan-waktu-itu-akan-tiba.html
http://www.mhilmana.blogspot.com/2012/11/kapan-waktu-itu-akan-tiba.html
Yap, Istiqomah adalah kita konsisten
terhadap sesuatu yang kita jalani, dan harus naik secara perlahan untuk
mencapai tingkat mendekati titik kesempurnaan. Istiqomah itu sendiri tidak
mengharapkan peningkatan kualitas diri dengan melonjak tajam secara cepat, tapi
Istiqomah berharap pada kita agar konsisten dan naik dengan pasti mendekati
titik kesempurnaan. Istiqomah itu tidak hanya sekedar tetap tanpa mengalami
penurunan kualitas, tapi juga harus ada perbaikan yang terus menambah dalam
segala hal kebaikannya, keimanannya tentunya.
Ingat selalu dengan KEMATIAN kawan,
karna dunia hanyalah sementara, dan hanya penuh dengan kesenangan serta sendau
gurau. Seharusnya dunia adalah ladang kita mencari dan mengumpulkan bekal
kebaikan saat diakhirat kelak. Apa yang kita tanam didunia itulah yang akan
kita petik diakhirat kelak. Sebaik-baik guru adalah mengingat kematian.
Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yg sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu
Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu
Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yg ada akan
Kembali padaNya
Bila waktu tlah memenggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
#Opick-Bila Waktu telah berakhir
Semoga manfaat, dan tetap saling
mengingatkan ya kawan dalam berbuat kebaikan untuk meraih Ridho-Nya. Keep Istiqomah :)
Wallahu’alam

yah, link postingannya udah diganti, bukan yg itu lagi Wid. hehe
BalasHapushoo iya, waktu itu copasnya judul yang masih lama hil. tapi sekarang udah diganti kok. tenang hehe
Hapus