Langsung ke konten utama

Bersabarlah Wahai Jiwa


Orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan ketenaran. mereka dibentuk melalui kesulitan. rintangan bahkan dengan cucuran airmata dan tetesan darah. ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat sulit, susah, berat, dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini maka angkatlah kepala mu keatas, tataplah masa depan mu dan ketahuilah Allah SWT sedang mempersiapkanmu untuk menjadi orang yang terpilih yang Luar Biasa !!!
Kalaulah saja mereka orang-orang hebat itu dihasilkan hanya dari bermalas-malasan pasti aku akan mengikuti jejak-jejak nya untuk bermalas-malasan. Namun, nyatanya mereka orang-orang hebat itu dilahirkan dari proses perjuangan yang tiada akhir, melewati segala onak duri dan tetap bersabar menuju keberhasilan. Semangatlah wahai jiwa yang sedang kehausan ilmu, bersabarlah wahai jiwa ku. Semangat Wida, segala sesuatunya itu membutuhkan proses.

Jika ujian yang diberikan oleh Allah hanya yang mudah-mudah saja, tentulah kita tidak akan pernah mendapat ganjaran yang hebat.
(Ust. Rahmat Abdullah)


ya, memang orang hebat tidaklah dihasilkan melalui kemudahan, dan kesenangan. Karna besarnya ujian menandakan kemuliaan, dan yakinlah bersama kesulitan ada dua kemudahan yang selalu mengiringi. Bersandarlah pada Ilahi agar besarnya ujian terasa ringan dan tak membeni pikiran.

Bersabarlah Wahai Jiwa yang kesepian, Allah telah menyediakan segala sesuatunya untukmu dengan yang lebih indah dari apa yang telah kamu rancang. Dan percayalah bahwa semua akan indah pada waktunya, jika kamu bersabar !!

Berjuang itu memang tak pernah senang, dan berjuang itu memang pahit karna Surga-Nya itu Manis. Semangat Semangat, perjalanan masih panjang dan ingat perjuangan itu selalu berbanding lurus dengan keberhasilan !! :)

Bersemangatlah Wahai Jiwaku dalam merajut kebaikan demi kebaikan. Ini adalah proses perjuangan untuk meraih keberhasilan. Percayalah yakinlah bahwa Allah selalu bersamamu.


KEEP ISTIQOMAH AND KEEP FIGHTING UNTIL WE REACH JANNAH :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...