Langsung ke konten utama

Belajar dari Ikan Salmon


Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari ikan salmon. Ikan salmon itu mahal harganya karena langka di pasaran dan salah satu faktornya pun juga karena ikan salmon kaya akan gizi. Pernah saya diceritakan tentang ikan salmon oleh seorang wanita keren dan cukup terkenal dikancah nasional maupun internasional karena inspirasi yang dapat menjadi kebermanfaatan dalam hidup nya. 



“Ikan salmon itu lahir ke dunia dalam keadaan yatim piatu, dia tidak mempunyai ayah dan ibu, begitulah Allah menciptakan jalan hidup ikan salmon.  Karena menurut riset penelitian ikan salmon betina dan jantan mati saat bertelur mengeluarkan anak-anak nya yang baru. Anak-anak salmon ini setelah lahir harus bertahan hidup sendirian dan harus mencari makan sendirian. Ikan salmon harus menerjang arus untuk mencari makan di pinggiran sungai, ia mencari plankton-plankton untuk dimakan. Setelah berumur empat tahun usia maksimal produktif nya ikan salmon betina bereproduksi dengan jantan. Dan tahukah kamu bahwa ikan salmon jika bereproduksi itu harus di tempat asal mereka dilahirkan. Luar biasa bukan? ikan salmon hanya bisa melahirkan telur-telur nya di rumah nya dulu, dimana tempat ia dilahirkan. Dan itu arti nya ia harus menerjang arus kencang yang berlawanan untuk kembali ke tempat asal ia dilahirkan. Begitulah kisah hidup ikan salmon. Seharusnya orang-orang  Indonesia yang saat ini berada di luar negeri sana yang sedang menuntut ilmu ataupun bekerja haruslah mempunyai keinginan yang kuat untuk segera kembali pulang ke tempat asal nya mereka dilahirkan. Sulit memang untuk kembali menikmati dan menerima keadaan dalam negeri yang kini sedang sakit dan harus segera diobati ini, namun tetaplah kita harus seperti ikan salmon yang melahirkan generasi-generasi baru di tempat ia dilahirkan. Melewati arah arus yang berlawanan, menerjang derasnya aliran, tapi tetap ia dapat bertahan hanya untuk melahirkan generasi baru walau akhir nya ia akan mati. Itulah yang akan terjadi bila orang Indonesia kembali ke negeri nya setelah pulang dari berburu ilmu di luar sana. Mereka akan melewati arus yang sangat deras, mereka harus kuat menerjang kondisi dan kenyamanan yang telah tercipta dengan indah pada generasi saat ini, mereka harus bersabar dan ikhlas demi melahirkan generasi-generasi baru yang dapat memperbaiki negeri yang tercinta ini. Jika mereka nanti nya mati karena kondisi yang mengelilingi nya itu tidak masalah baginya, karena mereka telah berusaha dengan tekad terbaiknya untuk melahirkan generasi-genarasi yang dapat membuat manusia lain nya di negeri ini menjadi pintar dan bermanfaat. Ya, karena ikan salmon pun mempunyai manfaat yang cukup banyak bagi manusia. Maka belajarlah dari ikan salmon, yang selalu rindu dengan kampung halaman tempat ia dilahirkan dan melahirkan generasi baru.”

Ya, itulah sepenggal cerita tentang ikan salmon yang dapat menjadi renungan untuk saya dan mungkin untuk kalian yang membaca yang sudah mempunyai impian atau bahkan sedang berburu ilmu yang bertebaran di luar sana, semoga terselip tekad yang kuat untuk segera melahirkan generasi baru yang lebih baik dan bermartabat yang tak gentar mati membela kebenaran dan membangun kembali atau sekadar mengobati rindu masyarakat Indonesia saat ini untuk segera merdeka dari keterpurukan nya kini. :)

#Tetiba teringat cerita ikan salmon dari seorang wanita yang menginpirasi dengan sepak terjang nya untuk masyarakat Indonesia :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...