“Setiap manusia punya rasa cinta, yang mesti dijaga kesucian nya, namun ada
kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta”
-
- (Lirik
lagu Bidadari Surga-Alm. Ust.Jefry)
Ya, setiap manusia pastilah memiliki
rasa cinta kepada lawan jenis nya. Hal yang normal-normal saja bukan? Rasa
cinta pastilah ada pada tiap-tiap manusia, tidak bisa tidak. Entah jika tidak
memiliki rasa cinta mungkin hatinya telah rusak serusak-rusak nya.
Banyak pertanyaan ketika aku telah
beranjak dewasa ini terlebih ketika aku telah lulus dari tahapan sekolah menengah
atas. “Kamu sudah punya pacar?”, “Kamu beneran engga pernah pacaran?”, “Emang
bisa menikah tanpa pacaran?”, “Kok bisa sih kamu engga pacaran? Engga risih?”
Pertanyaan demi pertanyaan datang
menyapa, terutama saat aku bersama dengan teman-temanku yang mayoritas adalah
beragama Islam. Sudah seperti makanan sehari-hari pertanyaan seperti itu datang
padaku. Lalu aku? Aku menjawab pertanyaan-pertanyaan nya hanya dengan senyum
sesekali dan menjelaskan nya sesekali juga.
Aku menjawab dengan kekhasan diriku
yaitu “karena Aku Islam maka Aku tidak pacaran sebelum waktunya tiba, sebelum
Allah mengizinkan diriku. dan yang aku tahu bahwa dalam Islam tidak mengenal
kata pacaran. Yang aku tahu adalah Islam mengajarkan untuk umat nya itu dengan
ta’aruf yaitu saling mengenal satu sama lain nya pada siapapun itu”. Jawaban
itu yang sering keluar dari bibirku saat aku ditanya.
Bukankah setiap manusia telah Allah
ciptakan dengan berpasang-pasangan? Bukankah segala nya telah Allah tentukan yang
terbaik untuk Hamba-Nya? Bukankah dengan kita pacaran maka kita akan jauh
dari-Nya? Semakin membabi buta menuhankan seseorang karena kita takut
kehilangan dirinya? Ah, terlalu naif mungkin diriku jika menolak pacaran dalam
kehidupan di dunia ini. Namun, bagiku pacaran yang ku inginkan adalah kelak
nanti saat aku telah mendapatkan sesosok lelaki yang telah Allah tetapkan
untukku, seorang lelaki sholeh yang dapat membimbingku dan anak-anakku kelak
menuju Jannah-Nya. Bukan sekarang, bukan saat masa remaja kita yang tengah
berapi-api dengan kobaran semangat ini, tapi nanti ketika Aqad telah terucap,
saat 'Arsy telah berguncang.
Sekarang kenapa tidak boleh? Jika
kamu bertanya seperti itu, jawabku adalah akan lebih indah nanti jika waktunya
telah tiba, jika segalanya sah-sah saja kamu melakukannya, jika Allah dan
Malaikat-Nya telah bersaksi atas dirimu dan dirinya. Nanti saja. Lantas kamu
tanya lagi, sampai kapan? Maka akan aku jawab, sampai Allah telah merestui
dirimu dengan dirinya, sampai kamu telah berusaha hingga titik maksimal
perbaikan diri untuk menjemputnya. Itu jawabku.
Indah bukan ketika kita dipertemukan
karena Allah? dalam kondisi iman yang terbaik pula. Jika kita memulainya dengan
pacaran pastilah tidak ada lagi rasa keengganan satu sama lainnya, pastilah
tidak ada lagi rasa malu karena Robbnya dalam keluarganya kelak, pastilah tidak
ada keharmonisasian dalam menjajaki kehidupan nya, karena semua sudah dilakukan
saat pacaran. Tak inginkah kamu dipertemukan saat kemurnian cinta terjaga hingga
semua orang memberi ucapan dengan kalimat “Semoga Menjadi keluarga sakinah,
mawaddah dan warahmah” lantas do’a lainnya “Barakallahu Laka, wa Baraka
‘Alaika, wa Jama’a Bainakuma fii Khair” yang dibarengi dengan tangis
bahagia sanak saudara. Sungguh indah karunia Allah yang menciptakan Islam
dengan segala kemudahan dan kesempurnaannya hingga hal yang sesensitif ini pun
telah Ia atur dengan sebaik-baiknya.
Tak perlu malu bila kamu belum
pernah pacaran dan kamu dihadapkan dengan pertanyaan yang bertubi-tubi seperti
seorang terdakwa yang duduk di kursi persidangan itu. Tak perlu. Kuatkan saja
hatimu untuk tidak pacaran dengan meluruskan niat dan cintamu hanya untuk
Robbmu. Harus nya kamu bangga karena kamu tidak pacaran sebelum kata halal
melekat pada dirimu. Harus nya kamu mengajak, mengingatkan terus serta
meluruskan saudara-saudaramu yang lain, yang telah terjebak dalam dusta nya
jebakan-jebakan musuh kita yang nyata.
Kuatkan dirimu dengan mencari
sahabat seiman yang dapat membuatmu terus ingat dengan Robbmu, berkumpullah
dengan mereka pastilah kamu akan mendapatkan ketenangan dan tidak akan sempat
untuk berpikiran berpacaran, karena mereka selalu mengingatkan dirimu dalam hal
kebaikan. Sebenar-benar nya sahabat, yang senantiasa memberi petunjuk dan mengiringi
dalam hidup sebagai penyejuk hati.
Jangan pernah lupa juga untuk terus berdo’a dan meminta bantuan-Nya untuk
selalu dikumpulkan bersama orang-orang sholeh yang senantiasa mencintai-Nya,
yang tidak mengajari durhaka kepada-Nya, dan tidak mengundang amarah-Nya.
Jika
kamu masih sulit untuk meninggalkan pacaran. Sila renungi nasehat tentang jodoh
dari Tere Liye ini :
Jodoh itu rahasia Tuhan.
Yang namanya rahasia, kita mampu merobohkan gunung sekalipun, mengeringkan lautan, kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya, mau benci setinggi bulan, mau menghindar ke ujung dunia, kalau memang berjodoh, tetap akan terjadi, ada saja jalannya.
Banyak sekali yang paham dan setuju saat membaca kalimat ini. Sayangnya, lebih banyak yang cuma setuju di dunia maya, di dunia nyata tetap saja galau, memaksakan cerita, tidak sabaran, bahkan pacaran dan sekian banyak kelakuan lainnya.
Kenapa nggak ditunggu saja sih? Sambil terus belajar banyak hal.
Yang namanya rahasia, kita mampu merobohkan gunung sekalipun, mengeringkan lautan, kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya, mau benci setinggi bulan, mau menghindar ke ujung dunia, kalau memang berjodoh, tetap akan terjadi, ada saja jalannya.
Banyak sekali yang paham dan setuju saat membaca kalimat ini. Sayangnya, lebih banyak yang cuma setuju di dunia maya, di dunia nyata tetap saja galau, memaksakan cerita, tidak sabaran, bahkan pacaran dan sekian banyak kelakuan lainnya.
Kenapa nggak ditunggu saja sih? Sambil terus belajar banyak hal.
Ya, sambil menunggu sang pujangga
sambil kita memperbaiki diri kita agar saat kita bertemu dengan dirinya kita
tetap dalam kondisi iman yang terbaik. Ya, semoga saudara-saudaraku semua tetap
dalam penjagaan-Nya untuk dijauhkan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dalam
hidupnya. Ya, semoga saja demikian.
Saat dusta mampir bertahta segera kembalilah kepada
cinta yang sebenar-benarnya cinta, ialah cinta kepada-Nya. jangan sampai
cintamu dikendalikan oleh dusta dan kamu pun tak berdaya menahannya. Carilah cinta yang memang hanya pada-Nya, Yang tak pernah sedetikpun
meninggalkan dirimu, yang tak pernah absen dalam kehidupanmu untuk menjaga
dirimu selalu. Ialah Allah Sang Maha Pencipta Cinta :)
Salam Lembut penuh cinta :) :)

Komentar
Posting Komentar