Langsung ke konten utama

Rasa Cinta Pada Tiap Manusia ^^



Setiap manusia punya rasa cinta, yang mesti dijaga kesucian nya, namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta”

-          - (Lirik lagu Bidadari Surga-Alm. Ust.Jefry)

Ya, setiap manusia pastilah memiliki rasa cinta kepada lawan jenis nya. Hal yang normal-normal saja bukan? Rasa cinta pastilah ada pada tiap-tiap manusia, tidak bisa tidak. Entah jika tidak memiliki rasa cinta mungkin hatinya telah rusak serusak-rusak nya.
Banyak pertanyaan ketika aku telah beranjak dewasa ini terlebih ketika aku telah lulus dari tahapan sekolah menengah atas. “Kamu sudah punya pacar?”, “Kamu beneran engga pernah pacaran?”, “Emang bisa menikah tanpa pacaran?”, “Kok bisa sih kamu engga pacaran? Engga risih?”

Pertanyaan demi pertanyaan datang menyapa, terutama saat aku bersama dengan teman-temanku yang mayoritas adalah beragama Islam. Sudah seperti makanan sehari-hari pertanyaan seperti itu datang padaku. Lalu aku? Aku menjawab pertanyaan-pertanyaan nya hanya dengan senyum sesekali dan menjelaskan nya sesekali juga.

Aku menjawab dengan kekhasan diriku yaitu “karena Aku Islam maka Aku tidak pacaran sebelum waktunya tiba, sebelum Allah mengizinkan diriku. dan yang aku tahu bahwa dalam Islam tidak mengenal kata pacaran. Yang aku tahu adalah Islam mengajarkan untuk umat nya itu dengan ta’aruf yaitu saling mengenal satu sama lain nya pada siapapun itu”. Jawaban itu yang sering keluar dari bibirku saat aku ditanya.

Bukankah setiap manusia telah Allah ciptakan dengan berpasang-pasangan? Bukankah segala nya telah Allah tentukan yang terbaik untuk Hamba-Nya? Bukankah dengan kita pacaran maka kita akan jauh dari-Nya? Semakin membabi buta menuhankan seseorang karena kita takut kehilangan dirinya? Ah, terlalu naif mungkin diriku jika menolak pacaran dalam kehidupan di dunia ini. Namun, bagiku pacaran yang ku inginkan adalah kelak nanti saat aku telah mendapatkan sesosok lelaki yang telah Allah tetapkan untukku, seorang lelaki sholeh yang dapat membimbingku dan anak-anakku kelak menuju Jannah-Nya. Bukan sekarang, bukan saat masa remaja kita yang tengah berapi-api dengan kobaran semangat ini, tapi nanti ketika Aqad telah terucap, saat 'Arsy telah berguncang.

Sekarang kenapa tidak boleh? Jika kamu bertanya seperti itu, jawabku adalah akan lebih indah nanti jika waktunya telah tiba, jika segalanya sah-sah saja kamu melakukannya, jika Allah dan Malaikat-Nya telah bersaksi atas dirimu dan dirinya. Nanti saja. Lantas kamu tanya lagi, sampai kapan? Maka akan aku jawab, sampai Allah telah merestui dirimu dengan dirinya, sampai kamu telah berusaha hingga titik maksimal perbaikan diri untuk menjemputnya. Itu jawabku.

Indah bukan ketika kita dipertemukan karena Allah? dalam kondisi iman yang terbaik pula. Jika kita memulainya dengan pacaran pastilah tidak ada lagi rasa keengganan satu sama lainnya, pastilah tidak ada lagi rasa malu karena Robbnya dalam keluarganya kelak, pastilah tidak ada keharmonisasian dalam menjajaki kehidupan nya, karena semua sudah dilakukan saat pacaran. Tak inginkah kamu dipertemukan saat kemurnian cinta terjaga hingga semua orang memberi ucapan dengan kalimat “Semoga Menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah” lantas do’a lainnya “Barakallahu Laka, wa Baraka ‘Alaika, wa Jama’a Bainakuma fii Khair” yang dibarengi dengan tangis bahagia sanak saudara. Sungguh indah karunia Allah yang menciptakan Islam dengan segala kemudahan dan kesempurnaannya hingga hal yang sesensitif ini pun telah Ia atur dengan sebaik-baiknya.

Tak perlu malu bila kamu belum pernah pacaran dan kamu dihadapkan dengan pertanyaan yang bertubi-tubi seperti seorang terdakwa yang duduk di kursi persidangan itu. Tak perlu. Kuatkan saja hatimu untuk tidak pacaran dengan meluruskan niat dan cintamu hanya untuk Robbmu. Harus nya kamu bangga karena kamu tidak pacaran sebelum kata halal melekat pada dirimu. Harus nya kamu mengajak, mengingatkan terus serta meluruskan saudara-saudaramu yang lain, yang telah terjebak dalam dusta nya jebakan-jebakan musuh kita yang nyata.

Kuatkan dirimu dengan mencari sahabat seiman yang dapat membuatmu terus ingat dengan Robbmu, berkumpullah dengan mereka pastilah kamu akan mendapatkan ketenangan dan tidak akan sempat untuk berpikiran berpacaran, karena mereka selalu mengingatkan dirimu dalam hal kebaikan. Sebenar-benar nya sahabat, yang senantiasa memberi petunjuk dan mengiringi dalam hidup sebagai penyejuk hati.

Jangan pernah lupa juga untuk terus berdo’a dan meminta bantuan-Nya untuk selalu dikumpulkan bersama orang-orang sholeh yang senantiasa mencintai-Nya, yang tidak mengajari durhaka kepada-Nya, dan tidak mengundang amarah-Nya.

Jika kamu masih sulit untuk meninggalkan pacaran. Sila renungi nasehat tentang jodoh dari Tere Liye ini :
Jodoh itu rahasia Tuhan.
Yang namanya rahasia, kita mampu merobohkan gunung sekalipun, mengeringkan lautan, kalau tidak berjodoh, tidak akan pernah terjadi. Sebaliknya, mau benci setinggi bulan, mau menghindar ke ujung dunia, kalau memang berjodoh, tetap akan terjadi, ada saja jalannya.
Banyak sekali yang paham dan setuju saat membaca kalimat ini. Sayangnya, lebih banyak yang cuma setuju di dunia maya, di dunia nyata tetap saja galau, memaksakan cerita, tidak sabaran, bahkan pacaran dan sekian banyak kelakuan lainnya.
Kenapa nggak ditunggu saja sih? Sambil terus belajar banyak hal.
Ya, sambil menunggu sang pujangga sambil kita memperbaiki diri kita agar saat kita bertemu dengan dirinya kita tetap dalam kondisi iman yang terbaik. Ya, semoga saudara-saudaraku semua tetap dalam penjagaan-Nya untuk dijauhkan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dalam hidupnya. Ya, semoga saja demikian.
Saat dusta mampir bertahta segera kembalilah kepada cinta yang sebenar-benarnya cinta, ialah cinta kepada-Nya. jangan sampai cintamu dikendalikan oleh dusta dan kamu pun tak berdaya menahannya. Carilah cinta yang memang hanya pada-Nya, Yang tak pernah sedetikpun meninggalkan dirimu, yang tak pernah absen dalam kehidupanmu untuk menjaga dirimu selalu. Ialah Allah Sang Maha Pencipta Cinta :)

Salam Lembut penuh cinta :) :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Kontemplasi tentang Takdir-Nya

Tentang Takdir-Nya yang selalu indah. Seringkali kita mengeja Allah, menuntut apa yang Ia hadirkan agar sesuai dengan keinginan kita. Tapi Bukankah seharusnya Asmaul Husna Ar-Rahman dan Ar-Rahim sudah cukup membuat kita yakin pada setiap ketetapan-Nya? Karena yang memberikan itu semua adalah Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sungguh, Allah terlalu baik untuk kita yang selalu mencurigai segala ketetapan takdir-Nya Kerjakan bagianmu, biar Allah kerjakan bagian-Nya. Tugasmu hanya sampai memaksimalkan ikhtiar lalu tawakkal dgn penuh kepasrahan. Tawakkalmu harus lebih panjang dari ikhtiarmu, bukan? Lalu jika masih terselip luka ketika menerima hasilnya, mungkin saja niatmu kurang lurus saat memulainya. Maka hamparkanlah sajadah, panjangkan lah sujud2mu dengan indah. Tumpahkan segala rasa yang sesak mengganggu dada. Bukankan engkau telah mengikrarkan diri  sesungguhnya Sholatku, ibadahku hanya untuk Allah saja? Termasuk segala apapun yang telah engkau kerja? Maka cukuplah bagi...

Sepucuk Surat Cinta dari Ukhti ku

Bismillah ...  Assalamu’alaykum Ukhti Wida ... “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS. Al-Hujarat : 10) Iya, kita adalah saudara. Saudara yang diikatkan iman kepada Allah, ukhti ... “Persaudaraan adalah mukjizat, wadah yang saling berikatan dengan Allah persatukan hati-hati berserakan saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, saling mencintai, dan saling berlembut hati” (Sayyid Quthb) Sungguh indah sekali ukhuwah itu  Sejak pertama aku bertemu kamu di acara salam hingga menjadi satu halaqoh, menjadi hal yang sangat luar biasa ... Sungguh, atas segala izin-Nya kita dapat mempertahankan ukhuwah ini ... Ukhti, jazakillah khair katsiran atas segala pemberianmu kepadaku, perhatian dan semuanya. Ukhti, afwan jiddan ya jika aku banyak salah. Semoga jilbab ini menemani hari-hari mu, untuk terus berjua...