![]() |
| gambar diambil dari sini |
Berhenti
sejenak untuk segala aktivitas memang sebuah keharusan (sepertinya). Berhenti
ketika dipertengahan jalan mulai muncul keraguan, kelelahan, dan seribu tanya
tentang apa yang ingin dicapainya untuk (apa) dan (siapa)? Berhenti untuk memperbaiki
kualitas niat yang mungkin saja sudah berbelok sedikit dari langkah diawalnya.
Berhenti untuk memastikan kembali kualitas niat benar diawal, disaat hingga
diakhir. Jangan sampai niat yang sudah baik diawal dan diakhir menjadi rusak
tak karuan sebab hasil yang didapatkannya. Berhenti sejenak untuk mengatur
helaan nafas agar kembali tertatur dan tidak tergopoh-gopoh saat melanjutkan
langkah mencapai tujuan.
Terkadang
kita perlu kondisi sendiri untuk menikmati keberhentian sejenak itu. Berniat
untuk mencari kesepian dalam perjalanan namun malah dihadapkan dengan
keramaian. Tetapi, tetap mencoba menikmati perjalanan yang ramai dengan
banyaknya ambisi dari kepala-kepala manusia. Menikmati kereta yang (sengaja)
aku pilih untuk mencari suasana baru dalam hidup menuju rumahku. Padahal
menjadi lebih jauh perjalanannya menuju rumahku dengan menggunakan kereta.
Tapi, saat seperti itulah seakan aku kembali menemukan secercah hikmah yang
bertebaran bersama angin malam di jalan-jalan kehidupan banyak orang.
Disana
kan banyak orang berebut kursi untuk duduk, seakan merekalah yang paling lelah
dalam kehidupan ini hingga akhirnya merekalah yang berhak mendapatkan kursi di
dalam kereta. Disana di luar pintu gerbong-gerbong kereta banyak manusia yang
berdiri tegak, lesu, tak berdaya menghadapi antrian yang sangat panjang.
Berebut. Serakah. Egois. Menjadi satu. Ketika pintu gerbong kereta sudah mulai
terbuka. Berdesak-desakan, sikut menyikut dan berlontar marah dengan disengaja
tanpa adanya tahan emosi yang tak seberapa? Sabar yang dilupakan hanya untuk
memenuhi nafsu marah belaka yang ujungnya tak ada hasil kebaikan yang
didapatkannya.
Mungkin
ini yang dilakukan oleh pembalab mobil ketika mengalami kerusakan mobilnya
dipertengahan jalan dalam balapan mencapai finish kemenangan. Mobil tersebut
akan masuk ke dalam pit stop untuk dilakukan perbaikan. Ya, sama sepertiku.
Berada di pit stop sejenak untuk melakukan perbaikan kualitas
niat untuk kembali melangkah mencapai tujuan. Dan aku jadi teringat dengan kalimat
seseorang, seperti ini kurang lebih “tak mengapa terhenti langkah sebentar
untuk bebenah diri, untuk menyiapkan perjalanan yang lebih baik dan indah”.
Berhenti
sejenak seperti menganalisa kehidupan. Berkelana dengan waktu, mencari makna
hakikat kehidupan yang sebenarnya untuk apa? Dalam ramainya riuh sumbang suara
kehidupan, berdesak-desakan, hanya emosi kesia-siaan yang keluar ataukah
bermain dengan kesabaran serta keikhlasan? Kereta kehidupan akan tetap terus
berjalan walau didalamnya penuh dengan keegoisan manusia yang inginkan
kesenangan pribadi semata, tanpa ada jeda untuk sekedar senyum simpul sederhana
pada manusia lainnya. Padahal senyum sederhana saja sudah cukup mengobati
kelelahan manusia lainnya, jika ia memahaminya.
Ya,
pit stop ini akan berkesudahan dengan secepatnya. Sebab
kini aku telah kembali menemukan banyak pembelajaran untuk melanjutkan langkah
kehidupan mencapai titik finish dalam kebaikan. Sebab, sangat sesak dan
sebentarnya dunia, kini mencoba kembali menapaki jejak untuk Dia Yang Maha Abadi.
Dan terjawablah sudah terhenti sejenaknya dalam pit stop ini untuk siapa ? :) ^^
#Stasiun Duren Kalibata
dan diteruskan di pojok kamar baiti jannati
28 Mei 2015, (19 :15)

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny