Langsung ke konten utama

Menerima Ketetapan-Nya


Ketika aku tidak siap untuk kecewa dengan tetiba Allah menguatkan lewat surat cinta-Nya. Allah tahu yang terbaik untuk Hamba-Nya

Ketika aku tidak siap untuk kecewa dengan tetiba jiwa ini meronta, merasa bersalah sebab ia telah kalah dengan imannya

Ketika aku tidak siap untuk kecewa dengan tetiba teringat tentang apa-apa yang selalu dihaturkan lewat doa memohon agar dibuat ridha atas setiap apapun kehendak-Nya

Ketika dan ketika dada serasa sesak selalu berkeinginan untuk lari kepantai hanya untuk sekedar memandang luasnya hamparan laut biru, mengeluarkan segala isi hati menyampaikan lewat air yang tenang tapi entah sejak kapan diri ini selalu merindu pantai ketika terpaan ujian datang yang menyesak dada.

Dan nyatanya ketika raga tak sampai pada pantai hamparan sajadah adalah satu-satunya tempat ternyaman untuk bersimpuh mengeluarkan segala apa-apa yang dirasa, bercerita pada Sang Maha Pencipta tanpa ada jeda tentang apa-apa yang disemogakan namun bersaingan dengan Takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya. Menyampaikan agar tak ada lagi sesak dalam dada, agar semuanya terasa ringan adanya. Ringan menerima setiap yang dikehendaki-Nya. Ringan dalam menjalani hari-hari yang akan berat setelahnya.

 

---

Kita seringkali menyangka apa yang menjadi keinginan kita adalah yang terbaik bagi kita, padahal kita adalah seorang Hamba tidak boleh lupa bahwa ada Allah Yang Maha Mengetahui Segala sesuatunya. Hal yang paling berat dalam menjalani hidup adalah bersaing dengan takdir. Padahal kita tahu apa-apa yang telah terjadi adalah tetap atas kehendak-Nya. Bahkan daun yang gugurpun jatuh ke bumi atas izin-Nya.

“Takaran tentang apa yang terbaik memang tidak pernah ada dalam ukuran kita, melainkan ukuran-Nya” (Kurniawan Gunadi)

 

Kadang setiap tanya tidak melulu harus terjawab langsung, kan? Bisa saja tanyamu hari ini baru kamu dapati jawabnya esok hari, lusa, atau bahkan saat tapak kakimu telah menginjak Taman Syurga-Nya

.

Begitu pun tentang Takdir-Nya. Kita tidak pernah tahu sampai batas mana kita harus berlari mengerjarnya. Kita hanya perlu ikhtiar lalu bertawakal, Mastatho'tum. Begitu bukan?

Sampai disini tersadar seakan dibisikkan "Teruslah berlari sampai Allah sendiri yang hentikan.

Tentang segala takdir-Nya yang selalu indah, kita hanya perlu terus belajar prasangka tanpa ada curiga pada-Nya. Tentang segala takdir-Nya yang selalu baik untuk kita, sudah sedalam mana tancapan iman dalam diri kita percaya akan Qadha dan Qadhar-Nya? Masihkah ada percikan goyah yg kadang membuat roboh pelan2 tanpa sadar karna lalai?

Dan kita sering kali lupa lalu terjebak bahwa logika kita adalah logika manusia yang hanya terbatas dengan ruang dan waktu sedangkan kita berada dalam Kuasa-Nya yang tidak pernah terbatas oleh ruang dan waktu.

Dia titipkan rahasia-Nya diwaktu terbaik-Nya. Pada perjumpaan yang akan menjadi jawaban atas doa dan harapan hamba-Nya. Satu hal yang pasti bahwa Takdir-Nya takkan pernah salah. Hanya mungkin kita saja yang kurang lapang menerimanya. Mari menikmati karunia-Nya dengan sebaik-baik sabar dan sebaik-baik syukur pada-Nya.

 

Jakarta, 06 Desember 2020

#dalam sendunya rintikan hujan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Belajar dari Kisah Para Terdahulu

gambar diambil dari sini “Perjuangan kita saat ini, belumlah seberapa dibanding dengan perjuangan orang-orang terdahulu dalam jalan panjang ini. Berjuang itu memang pahit, karna Surga-Nya itu Manis, maka bertahanlah ! ” Kalimat di atas bisa saya katakan sebagai hentakan untuk saya ketika letih menyapa dalam mengarungi kehidupan ini. ya, saya selalu mencoba menyakinkan diri, mencoba melawan diri ini dengan kalimat diatas. Seakan ditampar dan kembali bangkit dikala jatuh ataupun lelah untuk melanjutkan kehidupan yang hanya sementara ini. Merasa sering kali lupa bahwa ia selalu sendiri, padahal Allah selalu menemaninya dalam setiap langkahnya, bahkan para malaikat-Nya pun turut serta menemaninya. Kita sering kali lupa akan perjuangan orang-orang terdahulu bahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam dakwahnya. Merasa bahwa masalah yang ada dihadapan kita saat ini sangat berat, padahal masalah, tantangan dan dakwah mereka para terdahulu? Ya, tentu jauh lebih berat dari kita ...

Termasuk yang Manakah Kita?

Siapakah orang yang sibuk?   Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekaan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang-orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Innalillahi wainna ilaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata, “ Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.   Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melalukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik Orang yang paling cant...