Langsung ke konten utama

Postingan

"Sehati Supercamp"

Sehati Supercamp "Cintai Dirimu Sewajarnya" Bismillah wal hamdulillah, segala puji hanya untuk Allah yang telah memberikan segala nikmat pada ku, Nikmat Iman, Islam, Sehat dan Nikmat dapat merasakan ibadah kepada Allah, serta nikmat keistiqomahan di jalan ini. Sholawat serta salam ku haturkan untuk Qudduwah sejati Rasulullah SAW, semoga aku, kamu dan kita semua mendapatkan syafa'atnya diakhirat kelak. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimush shalihaat, tak henti-henti nya rasa syukur atas nikmat dari Allah yang telah memperjalankan diri ini untuk mengikuti kegiatan "Sehati Supercamp" yang diselenggarakan oleh Masjid Darrut Tauhid Jakarta. Masya Allah, Maha Baik Allah Dengan Segala Rencana-Nya yang indah 🫶🏻 Alhamdulillah Allah izinkan diri ini untuk mengikuti kegiatan "Sehati Supercamp" di Kampung Ulin Camping Ground, Cisarua Bogor pada Hari Sabtu - Ahad , 22 - 23 Juli 2023 lalu. Bersyukur pada Allah karena dipertemukan dengan saudara- saudara b...
Kontemplasi awal tahun 2023 ku ada beberapa yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran dan benak hati, tentang : Menyamakan frekuensi itu perlu, agar tak keliru dalam perjalanan panjang. Sebab nantinya ia yang kau pilih kan menjadi sahabat dalam perjalanan ibadah terpanjang dalam kehidupanmu yang ending dan muaranya adalah reuni di Jannah-Nya. Tentang Berkomitmen pada Yang Abadi, sebab sumber kekuatan dan kebahagiaan berasal dari-Nya. Karna seringkali diri ini masih berharap pada manusia yg sudah diketahui tempatnya khilaf tapi masih saja menaruh harap yang akhirnya berujung kecewa. Tentang takdir-Nya yang tak memerlukan alasan sebab, karna jika Allah telah berkehendak sudah pasti terjadi.  Lalu, apakah engkau masih ragu wahai diri tentang segalanya yang telah diatur sedemikian rapi dan indah oleh-Nya? Bukankah mengimani Takdir adalah salah satu dari Rukun Iman kita? Lantas apalagi yang engkau ragukan dalam kehidupan ini? Padahal setiap daun yang gugurpun jatuh atas seizin-Nya, buk...

Ruang Tunggu

  Pernah ga bertanya kenapa kok teman2 yang lain udah sampai pada pencapaiannya, sedangkan kita belum? Pas banget kemarin abis dengerin IG Live nya dr. Lula Kamal dengan Ka Dewina (salah satu wanita yg ku kagumi). Kemarin pas lagi jatuh2nya ngerasa kayak kok saya beda sama teman2 yg lain, kok pencapaian saya gitu2 aja, kok kayaknya lelah banget ya terus Allah kayak ngasih jawaban lewat Ka Dewina sampe2 netesin airmata setiap denger apa yang Ka Dewina sampaikan. "Belajar tentang sabar, kalau memang belum rezekinya mungkin bukan sekarang tapi nanti diwaktu yang terbaik menurut-Nya dan ternyata ada banyak hikmah lagi dimasa2 ruang tunggu kita. Ini bukan tentang berapa lama di masa tunggu, tapi apa yg sudah kita lakukan di ruang tunggu kita. Sejatinya kita ini memang sedang berada di ruang tunggu. Setelah sekolah, nunggu kuliah, setelah kuliah nunggu kerja, setelah kerja nunggu menikah, setelah menikah nunggu punya anak, dan nunggu2 lainnya hingga akhirnya kita sedang menunggu kematia...

Cinta dalam Diam

Cintailah ia dalam hening dan diam Agar jika ia bukan ditakdirkan untukmu Maka hanya Allah dan kamu saja yang tahu Apa yang terjadi dalam rasamu Kesucian dan keindahan isi hati masih tetap terjaga Hiraukan setiap godaan yang datang menggoda iman Cinta itu tidak membuat dirimu menjadi galau tak karuan Cinta itu tidak membuatmu kalut tak karuan Maka kendalikan ia dengan iman Kamu arahkan menuju kebaikan Kamu hanya membutuhkan tentang waktu, sabar serta percaya Percaya dan ikhlas dalam setiap doa Penantian yang indah sampai pada batas waktunya tiba Akan datang dengan segala keindahan atas setiap ketetapan-Nya Seiring berjalannya waktu dengan memperbaiki kualitas diri dan terus kuatkan doa Titipkan saja segala rasa, cinta ataupun rindumu pada seseorang itu Titipkan pada-Nya, Karna Ia sebaik-baik penjaga dan akan menenangkan hatimu Maka cintailah dia dalam hening dan diam Karna kamu kan dapatkan keindahan Di ujung waktunya tiba akibat penantian dalam taat, hening dan diam ------------------...
 "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan." (Imam Syafi'i) ini sangaaaaat menohok sekali !!! 🥲 . Semangat belajar memang harus terus diperbarui  mengganti lelah menjadi Lillah. Biar selalu semangat. kalo kata salah seorang pembicara yang keren itu "ketika kamu malas dan merasa begitu lelah, ketahuilah bahwa disana banyak orang yang berdarah-darah untuk mencapai tujuannya. lantas buah seperti apa yang kamu ingin dapatkan dari rasa lelah dan malasmu, kecuali penyesalan dan airmata serta kesempatan yang gemilang itu terbuang sia-sia?  🥲 . Yuk Fight lagi Coba lagi Sekali lagi  🔥💪🏻 . Never stop learning until reach Jannah, katamu disuatu hari padaku 💗

Tiga kali Positif Covid-19 ?

Qadarullah wa maa sya'a fa'alaa  . Mungkin kalimat ini yang bisa menggambarkan tentang rasanya terkena positif covid-19. Mau kita menghindar ke balik gunung, lari ke dalam goa, atau bahkan lari ke pantai, namun jika Allah telah berkehendak lalu kita bisa apa? Hanya bisa berserah bukan? Ketika telah melakukan ikhtiar semampunya, sisanya tinggal berserah sepenuhnya, kan? . Qadarullah, saya terinfeksi virus corona ini pertengahan tahun 2020 tepatnya 16 Agustus lalu. Saat itu ketika dinyatakan positif covid19 adalah hal yang sangat sensitif. Masih sedikit sepertinya belum seperti gelombang kedua ditahun 2021. Saat pertama kalinya positif entah rasanya seperti diterpa ombak yang dahsyat, kaget, bingung, takut seolah mensirnakan bahwa diri ini adalah bagian dari nakes yang telah terbiasa dengan pasien positif lainnya.  . Cerita positif pertama kali cukup membuat saya dan keluarga menjadi perhatian orang-orang sekitar, tetangga2 dan sanak saudara. Bagaimana tidak? Ketika nama saya ad...
 "Bukan dari tulang ubun wanita dicipta. Sebab berbahaya jika dia hanya disanjung dan dipuja. Bukan pulaa dari tulang kaki. Sebab, hinalah lelaki yang menginjak dan memperbudak kaum putri. Tetapi dari rusuk kiri, dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi"    ~  (Buku Ketika Aku dan Kamu menjadi Kita  - Salim A Fillah) ~

Akan Selalu Satu Shaf di Belakangmu :)

  Bismillahirrahmanirrahim .. Alhamdulillah, akhirnya menyentuh blog ini lagi :) Rasanya sudah lama sekali mampir untuk menulis kisah kisah yang telah dilewati. Kali ini berusaha mampir dan menguatkan tekad untuk menaruh tulisan walau hanya sebatas kutipan tulisan yang pernah ditulis orang lain, tapi selalu terngiang sampai sekarang. Semoga Allah jaga Mba Sasha dan keluarganya selalu 🤗❤ *mengutip tulisannya dari blognya Mba Sasha :) Tulisan ini sengaja disimpan di blog ini tersebab beberapa waktu belakangan ini sering berhadapan dengan cerita banyak teman tentang kisah rumahtangganya, tentang kisah mereka dengan lelaki yang telah menjadi imamnya dalam keluarganya. Tulisan ini sengaja diri ini simpan dilaman blog ini untuk pengingat diri ini ketika suatu saat telah memiliki imam atas izin Allah dan diri ini berada tepat satu shaf dibelakangnya. Tulisan ini masih menjadi tulisan favorite sejak di kursi kuliahan, ya sudah sejak lama tulisan ini ku baca dan selalu terngiang2 ketika me...

Stay Strong 😅

Lama tak bersua dalam lembaran blog ini, sudah dipastikan ketika menulis pasti akan ada yang disampaikan hehe .. Pernahkah dirimu merasa penat dari pekerjaan yang sedang kamu jalani saat ini? Hehe Rasanya akhir-akhir ini yang saya alami penat, gemuruh dalam dada sudah tak bisa terbendungkan oleh hiruk pikuk ramainya pekerjaan, sampai tiba dititik bingung ingin memulainya dari kerja2 yang mana hehe  Tapi, bersyukur pada Allah masih diberi anugerah untuk terus dapat berjalan walau tertatih, masih terus dikuatkan pundak ini meluruskan benang kusut, masih terus bisa menghadirkan senyum saat pulang sampai di rumah untuk menjawab setiap pertanyaan rutin Ibu Bapak tentang pekerjaan dan lainnya 😁😊 *Alhamdulillah 'ala kulli hal Semoga Allah senantiasa memberikanku anugerah untuk tetap bersujud menyembah, beribadah pada-Nya, bersyukur pada-Nya, dan senantiasa selalu dilapangkan sabarnya menghadapi setiap keadaan lika liku pekerjaan atau apapun yang terjadi semoga aku bukanlah termasuk golo...

Kisah disetiap Episode Kehidupan

Dimulai dengan sebuah tanya. Adakah setiap kita insan manusia di dunia ini yang Allah ciptakan terbebas dari ujian kehidupan? Jawabnya sudah pasti tidak ada. Bahkan manusia pertama yang Allah ciptakan seperti Nabi Adam pun Allah uji keimanannya lalu berdampak pada turunnya ia ke dunia. Nabi terakhir kita pun Rasulullah Muhammad SAW yang sudah Allah janjikan Syurga untuknya juga tidak terlepas dari ujian kehidupan. Setiap kita pasti mengalami kisah episode kehidupan yang berbeda, berwarna dan selalu menghasilkan makna diakhir cerita bahkan terkadang hikmah dan maknanya muncul setelah ceritanya telah sampai diepisode ujian berikutnya. Mulai dari usia dini pun ia telah melewati ujian epidose dalam babak kehidupannya. Ketika lahir ke dunia, ditanyalah orangtuanya kenapa anaknya begini, kenapa tidak begitu, kenapa tidak seperti si A ? Atau bahkan ketika usia nya telah bertambah semakin banyak perbandingan-perbandingannya. Kenapa anaknya belum bisa ini, harusnya kan usia segini udah bisa...

NASIHAT TAK TERLUPAKAN

  “ ... matahari, lentera, dan bintang. Mereka menyinari, memberikan cahaya kepada orang lain. Namun, mereka tidak pernah padam dan tidak menyakiti diri sendiri dan berbeda dengan lilin yang dapat menyinari orang lain tetapi mematikan diri sendiri. Dan selapas dari apapun itu kamu adalah dirimu sendiri, jangan pernah menjadi diri orang lain. karena itu akan mematikan karaktermu secara perlahan.” Ibu menghentikan ceritanya. “Kenapa ibu berhenti ceritanya? Aku masih ingin mendengarkan cerita dan nasihat ibu lagi.” Tanyaku pada ibu. “Kita istirahat dulu ya Nak, nanti setelah kita sholat ashar kita lanjut lagi ceritanya. Besok kamu libur kan sekolahnya? Nanti sekalian kita ajak Ayah untuk bercerita juga, cerita Ayah biasanya lebih seru dari ibu lho, Nak. kamu ganti pakaian sekolah kamu dulu, sana.” jawab ibu yang terlihat pucat wajahnya tetapi masih mencoba tersenyum untukku si anak bungsu ini. “Oke bu, siap. Hmm, entar aku juga ajak ka Najwa dan ka Arsyad sama Ka Urfa ah kalo ...
Kadang setiap malamnya telah melist rencana2 yg akan dilakukan dikeesokan harinya. Namun, belum sampai berpindah hari segala rencananya telah berputar seketika. Tidak terealisasi sesuai dgn keinginannya.  Kadang saat mengendarai motor pikiran telah melanglang buana sesampainya di rumah nanti ingin sejenak mengambil jeda, mematikan handphone utk menghela nafas barang sebentar. Namun, nyatanya Allah berkehendak lain. Allah menghadirkan hasil Lab pasien ketika telah sampai di rumah. Lagi2 segala rencana hanya ekspektasi manusia. Ketika kemarin mengibarkan bendera putih, serbuan penguat datang. Bahkan teman2 yg lebih lelah berjuangnya pun ikut menguatkan padahal ia yg harusnya dikuatkan.  Kadang kita harus mengambil jeda, memperbaiki ekspektasi kita terhadap apa2 yg kita lakukan. Bahkan kalau bisa kita nol kan ekspektasi, agar tak terasa kekecewaan atau melelahkannya berharap pada selain Allah.  Sering bertanya, kapan meredanya? Tapi, Allah seakan menghadirkan jawabannya dgn ...

Pantai dan Senja

“Tau ga, kenapa senja itu menyenangkan? Karna kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka. Tapi, langit selalu menerima senja apa adanya” (Kutipan film episode full “Sore, istri dari masa depan) Pantai belakang rumah saat di tanah rantau  Menikmati suguhan langit senja entah mengapa selalu menjadi candu yang kemudian tumbuh menjadi rindu. Seperti tak membutuhkan alasan mengapa selalu suka senja dan pantai yang menjadi tempat mengejarnya. Seperti tak bisa terpisahkan. Senja dan pantai. Menjadi pelipur kegundahan, keresahan yang kadang menggebu tanpa sebab adanya. Ingat betul ketika kkn saat akhir semester perkuliahanku 5 tahun lalu di daerah Kabupaten Batang saat aku dan kelompokku pergi berwisata ke sebuah pantai yang berada Kabupaten sebelah, diajak oleh induk semang kami saat itu dan nampaknya saat itu menjadi awal diriku menyukai pantai dan suguhan langit ketika senja itu tiba. Saat diri ini sedang rindu-rindunya pada keluarga di rumah, saat itu pula aku...

TOLERANSI

Kemarin, tanggal 25 Desember selalu menjadi hari-hari munculnya perdebatan tentang bagaimana sikap kita pada non-muslim. Teringat ketika saya berada di tanah rantau, dimana di sana penduduk muslimnya adalah minoritas, yaitu sekitar 1% saja. Agak kaget, karna harus beradaptasi sedemikian kuat untuk bisa melewati hari demi hari hingga selesai masa tugas. Tim saya pun terdiri dari lima orang dan salah satunya adalah non-muslim. Kami hidup dalam satu atap selama kurang lebih 2 tahun. Adaptasinya dimulai dari teman satu tim ini tentang bagaimana bertoleransi. Walau sebenarnya, sejak SMA saya sudah memiliki teman yang cukup akrab dan berhubungan baik dengan non-muslim. Tapi, karna dalam tugas ini saya berada hampir 24 jam bersama jadi lebih banyak belajarnya untuk bertoleransi. Kami memberitahukan tentang peraturan-peraturan dalam ajaran agama islam mengenai makanan-makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, lalu tentang kami tidak boleh mengucapkan selamat setiap hari perayaan ...

Hikmah sedalam Makna

  “Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi, tapi ia mengerti, mendekat pada sang kekasih justru membinasakan." (Salim A Fillah) Yang perlu kita ketahui bahwa hikmah pelajaran kehidupan tidak selalu terungkap diawal pagi, bukan? Maka yang harus kita lakukan ialah syukur dan bersabar menanti terungkapnya hikmah kehidupan. Benar saja kadang kita merutuki dan menyesali apa yang telah terjadi, menyalahkan segala apa yang dirasa, padahal setelah berkontemplasi lalu menepi, memahami diri dengan tetiba Allah hadirkan hikmahnya tentang apa yang telah terjadi mengapa begini dan begini? Nyatanya jika Dia kabulkan doa kita seketika itu juga, pasti akan terjadi sesuatu karna masih kurangnya ilmu disuatu bab tertentu yang masih belum selesai untuk diimplementasikan. Lalu Allah tangguhkan seiring berjalannya waktu untuk perbaiki diri dan dengan sengaja Allah memberi sinyal terang yang tak di duga-duga untuk memperbaiki bekal yang kurang pada saat diawal meminta pada-Nya tentang ...

MENEPI

Adakala kita butuh menepi untuk memperbaiki langkah, memperbaiki niat yang agaknya mulai goyah Adakala kita butuh menepi untuk kembali merajut mimpi yang mulai ragu tuk diraih Adakala kita butuh menepi untuk kembali memperbaiki diri bukan untuk mendapatkan yang diinginkan diri melainkan untuk dapatkan Ridha-Nya yang selama ini dicari Adakala kita butuh menepi untuk kembali memantaskan diri bukan untuk dia yang kita cari tapi untuk-Nya yang kita tuju cintanya Yang Maha Abadi Adakala kita butuh menepi untuk kembali merajut asa tuk menggapai cita yang telah tertulis rapi lalu kita serahkan pada Dia Yang Maha Mengetahui Adakala kita butuh menepi hanya sekadar untuk mengatur nafas agar tak ada amarah yang menghampiri diri Adakala kita butuh menepi untuk memilih kalah bukan karna menyerah tapi untuk kebaikan diri Adakala kita butuh menepi hanya untuk sendiri bukan karna suka dengan sepi tapi hanya untuk sekadar memahami diri Dan pada akhirnya adakala kita butuh menepi tanpa harus memberikan ...

Kenapa Bisa ?

  Mbah Tugino dan Mbah Surip 😊  Jum'at pagi dikala itu ketika diri ini sedang bertugas jaga, pandanganku jatuh pada kedua orangtua yang sudah sepuh. Mbah Tugino dan Mbah Surip namanya. Sejak sampai di Puskesmas keduanya tak pernah sekalipun lepas genggaman tangannya. Mbah Tugino yang menuntun Mbah Surip, sebab qadarullah penglihatan Mbah Surip sudah mulai terganggu jadi tidak bisa melihat dengan jelas dan harus dibantu untuk jalannya. Ketika sempat pulang dan balik lagi ke puskesmas tempatku bertugas, Mbah Surip dan Mbah Tugino ini naik bajaj lalu ku bantu untuk memapah Mbah Surip ke tempat pemeriksaan, dan ternyata Mbah Tugino terus mendampingi disebelahku, mungkin ia ingin memastikan bahwa sang istri tercinta tetap dalam keadaan aman ketika bersamaku 😅 Ku mulai bertanya-tanya kenapa bisa Mbah ke Puskesmas naik bajaj hanya berdua dan tidak diantar anaknya? Lalu kedua nya kompak menjawab anaknya tidak bisa melihat karena kecelakaan dan anaknya yang sehat qadarullah positif c...